Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lari hingga ke Kaltim, Mantan Suami yang Bakar Hidup-Hidup Penjaga Angkringan Pangkalan Banteng Akhirnya Diciduk!

Redaksi Prokal • Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:30 WIB
Pelaku pembakar mantan istri saat diamankan di Mapolresta Samarinda.(ist)
Pelaku pembakar mantan istri saat diamankan di Mapolresta Samarinda.(ist)

PANGKALAN BUN — Pelarian SR, pria yang tega membakar mantan istri sirinya secara hidup-hidup di Pangkalan Banteng, akhirnya resmi berakhir di tangan pihak kepolisian. Pelaku diringkus tanpa perlawanan di tempat persembunyiannya di Samarinda, Kalimantan Timur, setelah sempat buron selama beberapa hari.

Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santosa, melalui Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung Sugiarto, membenarkan kabar penangkapan sang buron kelas kakap tersebut. Penangkapan berhasil dilakukan berkat kerja sama taktis lintas wilayah.

“Pelaku saat ini berada dalam pengawasan aparat kepolisian di Polresta Samarinda dan akan segera dibawa ke Pangkalan Bun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Iptu Agung Sugiarto dalam keterangan resminya. Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kolaborasi intensif tim gabungan yang terdiri dari Jatanras Polresta Samarinda, Polres Bontang, Tim Macan Kalteng, dan Tim Macan Kobar yang terus mengendus jejak pelarian pelaku hingga menyeberang pulau.

Tragedi memilukan ini sendiri bermula pada Jumat, 13 Juni 2026 silam, sekitar pukul 18.30 WIB. Korban berinisial SJ (29) saat itu sedang bekerja menjaga Kedai Mampir Angkringan yang terletak di samping Warung Bakso Rudal, Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng.

Pelaku SR tiba-tiba datang menemui korban hingga terlibat cekcok mulut yang sangat sengit. Gelap mata oleh amarah, SR secara sadis langsung menganiaya dan menyiramkan bahan bakar ke tubuh mantan istri sirinya tersebut lalu menyulutnya dengan api.

Akibat aksi nekat luar biasa tersebut, korban SJ menderita luka bakar yang sangat parah hingga mencapai 80 persen di sekujur tubuhnya. Hingga saat ini, korban masih harus berjuang melewati masa kritis dan mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Hanau. (*)

Editor : Indra Zakaria
#pangkalan banteng