BARABAI — Tragedi berdarah mengguncang ketenangan warga Desa Ayuang, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Seorang pria berinisial U dilaporkan mengalami luka parah di bagian leher setelah diduga digorok menggunakan pisau cutter oleh anak tirinya sendiri yang berinisial Z.
Peristiwa mencekam ini terjadi di rumah mereka pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WITA. Otoritas kepolisian setempat melalui Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aiptu M Husaini, membenarkan terjadinya insiden maut tersebut dan menyatakan kasus ini sudah dalam penanganan serius Unit Reskrim Polres HST.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi nekat sang anak diduga kuat dipicu oleh rasa emosi yang mendalam. Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, korban U terlibat cekcok dan pertengkaran hebat dengan istrinya yang berinisial A.
Dalam perselisihan tersebut, korban diduga melakukan tindakan kekerasan fisik (KDRT) terhadap sang istri. Z, yang merupakan anak kandung dari A, diduga menyaksikan langsung bagaimana ibunya dianiaya oleh ayah tirinya tersebut. Terbakar emosi melihat sang ibu diperlakukan kasar, remaja ini kemudian mengambil tindakan nekat yang fatal.
Aksi penyerangan tersebut terjadi sesaat setelah korban masuk ke dalam kamar. Ketika korban sedang lengah dan asyik memainkan telepon genggamnya di atas kasur, Z diam-diam mendekat dari arah belakang. Tanpa basa-basi, Z langsung menyayat leher ayah tirinya menggunakan sebilah pisau cutter.
"Korban sempat tersadar dan memberi tahu istrinya bahwa yang menggorok lehernya adalah Z, sebelum akhirnya ia ambruk dan tak sadarkan diri," ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Istri korban, A, yang baru menyusul masuk ke dalam kamar langsung histeris mendapati suaminya sudah tergeletak bersimbah darah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melarikan U ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Damanhuri Barabai untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Adik korban, M, mengonfirmasi bahwa meski luka di leher kakaknya sangat serius dan belum bisa diajak berkomunikasi, nyawa U berhasil diselamatkan dan kini masih berada di bawah perawatan intensif tim dokter.
Aparat kepolisian langsung bergerak cepat dengan mengamankan TKP dan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Pelaku Z, yang diketahui masih berstatus di bawah umur, kini telah diamankan ke Mapolres HST untuk pemeriksaan lebih lanjut. Karena usianya yang masih belia, proses pemeriksaan Z didampingi langsung oleh ibu kandungnya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Otoritas kepolisian hingga kini masih terus mendalami dan mengumpulkan keterangan para saksi untuk merampungkan motif utuh di balik kasus tragis ini. (*)
Editor : Indra Zakaria