Tragedi Berdarah di KM 4 Balikpapan: Ditusuk Kakak Ipar hingga Pisau Menancap di Dada

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:15 WIB

ilustrasi penusukan

ilustrasi penusukan

BALIKPAPAN — Insiden penikaman tragis mengguncang kawasan sekitar SPBU KM 4, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara. FN (31), seorang perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bekerja di Kutai Barat, tewas mengenaskan usai ditikam oleh kakak iparnya sendiri, AS (29), dengan senjata tajam yang masih menancap di dada kirinya.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Selasa lalu ini bermula dari percekcokan domestik di dalam rumah. Korban yang berniat melerai keributan antara tersangka dan istrinya justru menjadi sasaran amuk sang kakak ipar. AS nekat menghujamkan badik ke dada kiri FN dengan sangat keras hingga senjata tajam tersebut tertancap parah.

Meski terluka parah, korban sempat berupaya menyelamatkan diri. Dengan pisau masih menancap di dadanya, FN berlari keluar rumah menuju jalan raya Soekarno-Hatta yang menanjak, sementara tersangka terus mengejarnya dari belakang. Kondisi fisik yang terus melemah membuat korban akhirnya terkapar bersimbah darah di pinggir jalan sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Muhammad Reza A., mengonfirmasi bahwa tersangka AS yang bekerja sebagai sopir travel tersebut telah berhasil diringkus di depan sebuah ruko tak jauh dari lokasi kejadian.

"Satu orang kita amankan dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini," tegas Reza.

Pihak kepolisian turut mengamankan dua bilah senjata tajam jenis badik sebagai barang bukti. Hingga kini, penyidik Polsek Balikpapan Utara masih terus mendalami motif pasti di balik tindakan brutal tersangka serta memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
balikpapan