Lemparan Botol Hingga Saling Dorong! Sidang Plt Kepsek Cabul di PN Balikpapan Memanas

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:54 WIB
Seorang pria berdiri di atas kursi sambil melontarkan protes saat suasana memanas di sela sidang dugaan pencabulan yang melibatkan oknum Plt kepala sekolah di PN Balikpapan, Rabu (2/9/2026)
Seorang pria berdiri di atas kursi sambil melontarkan protes saat suasana memanas di sela sidang dugaan pencabulan yang melibatkan oknum Plt kepala sekolah di PN Balikpapan, Rabu (2/9/2026)

BALIKPAPAN — Sidang lanjutan kasus dugaan pencabulan yang menjerat oknum Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Dasar Negeri di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Rabu (2/9/2026), diwarnai kericuhan. Emosi keluarga korban memuncak saat melihat terdakwa digiring masuk ke ruang sidang, hingga memicu aksi saling dorong dan pelemparan botol.

Suasana lorong pengadilan yang semula kondusif berubah memanas begitu terdakwa keluar dari ruang tahanan. Petugas kepolisian yang disiagakan sejak pagi langsung bertindak cepat membentuk barikade pengamanan ketat.

Di tengah kepungan petugas, teriakan dan ceceran makian membahana di lorong pengadilan. Seorang wanita bahkan terekam emosi dan sempat melempar botol air mineral ke arah terdakwa sebelum akhirnya diamankan oleh aparat.

Aksi saling dorong antara polisi dan pihak keluarga korban tak terhindarkan ketika massa mencoba menerobos barikade steril petugas.

"Kami ini orang tua korban, jangan dilindungi terdakwa itu!" teriak salah seorang pria dengan nada tinggi di tengah aksi saling dorong.

Kendati situasi di luar ruangan bergejolak, persidangan di dalam meja hijau tetap berlangsung aman di bawah penjagaan ketat. Sejumlah kerabat korban pun akhirnya melunak dan memahami perlunya menjaga ketertiban agar proses hukum bisa bergulir tanpa hambatan.

"Kami tidak ingin mengganggu proses sidang dan kami memahami fungsi teman-teman kepolisian," ujar salah seorang kerabat korban yang berada di lokasi.

Kasus kejahatan terhadap anak yang menyeret oknum pejabat sekolah ini terus menyita perhatian luas warga Balikpapan, yang mendesak majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya demi keadilan bagi para korban. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
balikpapan