Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lonjakan Kasus Diare di Penajam Paser Utara Tembus Ribuan Orang

R
ilustrasi diare
ilustrasi diare

Advertisement

 
PENAJAM — Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring melonjaknya kasus penyakit diare. Sepanjang Januari hingga Juli tahun ini, otoritas kesehatan setempat mencatat lebih dari dua ribu warga terjangkit gangguan pencernaan tersebut, dengan ratusan di antaranya menyerang kelompok usia balita.

Peningkatan grafik kasus menunjukkan tren mengkhawatirkan terutama dalam kurun tiga bulan terakhir. Setelah sempat melandai di awal tahun, jumlah penderita merangkak naik hingga puncaknya pada Juli lalu yang mencatatkan angka tertinggi. Wilayah kerja Puskesmas Penajam menjadi penyumbang kasus terbanyak, sejalan dengan tingginya konsentrasi jumlah penduduk di kawasan tersebut.

Dampak dari lonjakan ini berimbas langsung pada ketersediaan layanan di fasilitas kesehatan. Puluhan pasien terpaksa harus menjalani perawatan rawat inap akibat kondisi yang memburuk, termasuk beberapa anak di bawah usia lima tahun. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius mengingat risiko kehilangan cairan tubuh atau dehidrasi dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secara cepat.

Advertisement

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes PPU, Sri Wiyani, menegaskan agar para orang tua tidak menganggap remeh gejala BAB cair yang terjadi pada anak. Penanganan dini sangat krusial mengingat proses dehidrasi pada tubuh anak dapat berlangsung sangat singkat. Orang tua diimbau segera melarikan anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti muntah berulang, demam tinggi, rasa haus ekstrem, hingga timbulnya bercak darah pada feses.

Sebagai langkah penanganan awal sebelum menjangkau layanan medis, masyarakat disarankan segera memberikan larutan oralit atau cairan alternatif seperti air tajin, kuah sayur, serta air putih hangat. Langkah pertolongan pertama ini sangat penting guna menggantikan elektrolit tubuh yang hilang dan meminimalkan risiko dehidrasi berat pada pasien. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mengenal Perbedaan Diare Biasa dan Disentri: Jangan Asal Minum Obat Penghenti BAB

Mengenal Perbedaan Diare Biasa dan Disentri: Jangan Asal Minum Obat Penghenti BAB

Mengenal Perbedaan Diare Biasa dan Disentri: Jangan Asal Minum Obat Penghenti BAB JAKARTA — Banyak orang kerap menganggap semua gangguan pencernaan berupa buang air besar (BAB) cair sebagai masalah ya

Kondisi Internasional yang Lagi Bergejolak, yang Pijit Kepala Penjual Sayur di Penajam, Kok Bisa

Kondisi Internasional yang Lagi Bergejolak, yang Pijit Kepala Penjual Sayur di Penajam, Kok Bisa

Kenaikan harga plastik kemasan menjadi sorotan pedagang di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pedagang jadi dilematis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer