Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Lapas Perempuan Tenggarong Kini Memiliki Perpustakaan untuk WBP; Kolaborasi Pemkab Kukar dan GLK Tingkatkan Literasi

Elmo Satria Nugraha • 2025-11-04 20:01:28
Gerakan Membaca di Lapas Perempuan Tenggarong hasil kolaborasi bersama Pemkab Kukar dan GLK (Elmo/Prokal.co)
Gerakan Membaca di Lapas Perempuan Tenggarong hasil kolaborasi bersama Pemkab Kukar dan GLK (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Buku adalah jendela dunia. Metafora ini sudah melekat dalam kehidupan sejak umur belia—sebagaimana buku adalah sarana membuka wawasan dan pengetahuan tentang dunia. Sarana ini adalah hak setiap orang, termasuk Warga Binaan Permasyarakatan (WBP).

Hak membaca ini yang mendorong Lapas Perempuan Tenggarong untuk menekan kerja sama bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dengan Gerakan Literasi Kutai (GLK). Kerja sama ini dilaksanakan di Kantor Lapas Perempuan Tenggarong, Selasa (3/11) turut diwarnai dengan pembacaan cerita serta peresmian perpustakaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) karena telah menjajaki kerja sama ini. Baginya, kerja sama ini adalah bagian dari memperkuat literasi—juga menjembatani WBP dengan dunia luar melalui bacaan-bacaan berupa buku berkualitas.

“Kami harap ini dapat menumbuhkan semangat bahwa mereka memiliki kesempatan kedua untuk keluar dari sini dan menjadi lebih baik. Dan saya juga meminta ke Diarpus untuk menyiapkan buku yang diminta teman-teman WBP, yang sekiranya bisa meningkatkan pengetahuan dan kompetensi mereka,” ungkap Sunggono.

Sekitar 300 buku hadir melalui kerja sama yang ditandatangani Kepala Lapas Perempuan Tenggarong Riva Dilyanti bersama Plt Kepala Diarpus Kukar Rinda Desiantii dan Ketua GLK Erwan Riyadi. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi jendela dunia para WBP yang menunaikan masa mereka permasyarakatan mereka, sekaligus menguatkan kemampuan literasi mereka.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Hernowo Sugiastanto mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan dalam literasi. Adapun kehadiran buku serta perpustakaan kecil ini diharapkan dapat menambah ilmu mereka juga terkait dunia luar.

“Ini inovasi bagus, saya mengapresiasi apa yang diinisiasi Kalapas Perempuan Tenggarong dalam meningkatkan kapasitas WBP,” tuturnya.

Sementara itu, Kalapas Perempuan Tenggarong Riva Dilyanti menyebut saat ini sudah ada sebanyak 371 WBP yang dibina. Meski sudah melebihi kapasitas dan memiliki ruang terbatas—pembinaan dan kehadiran perpustakaan terus dioptimalkan. Dan ia menyebut semua ini tidak akan berhasil tanpa peran berbagai pihak.

Hingga kini, Riva menyebut Lapas Perempuan Tenggarong telah melakukan bimbingan psikologi, pembinaan keterampilan seperti pastry, salon, hingga gerakan membaca—yang diakuinya belum optimal sejauh ini. Namun dengan semangat Asta Cita dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), pihaknya berkomitmen mendorong potensi optimal WBP sebelum bebas.

“Harapan kami mereka jangan sampai kembali lagi menjadi penghuni, dengan segala pembinaan dan pelatihan ini kami harap mereka berkembang saat keluar. Bagi masyarakat juga jangan memberi stigma negatif, karena mereka juga memiliki kesempatan menjadi lebih baik,” pintanya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria