Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banjir Merendam Tenggarong, Aktivitas Warga Terlumpuhkan, Harap Ada Bantuan Logistik

Elmo Satria Nugraha • Selasa, 27 Mei 2025 | 22:22 WIB

TERENDAM: Hujan sejak pagi merendam permukiman warga Jalan Naga Tenggarong, Kukar (Elmo/Prokal.co)
TERENDAM: Hujan sejak pagi merendam permukiman warga Jalan Naga Tenggarong, Kukar (Elmo/Prokal.co)

TENGGARONG - Kondisi Sungai Mahakam yang pasang, disertai hujan deras yang berlangsung sejak pagi, Selasa (27/5). Membuat wilayah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terendam banjir.

Awak media Prokal.co melakukan pemantauan bencana banjir ini, dengan keliling Kota Raja. Dimulai dengan Kelurahan Baru, khususnya Jalan Tambak Rel yang banjir dengan kedalaman mencapai 70 centimeter (cm).

Ketua RT 14 Kelurahan Baru, Agus mengatakan banjir ini menghambat aktivitas warga. Sehingga untuk keluar dari permukiman mesti menggunakan jalan alternatif.

"Hujannya sudah dari pagi, motor dan mobil kesulitan lewat, harus lewat jalur alternatif. Ini bisa surut kalau hujan berhenti, kalau tidak kami belum tahu pasti kapan," jelas Agus.

Bergeser ke Kelurahan Timbau, beberapa titik juga terdampak parah. Yakni Jalan Pesut, Jalan Gunung Menyapa, Jalan KH Akhmad Mukhsin, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Belida, Jalan Jelawat, Jalan Naga, Jalan Udang dan sekitarnya.

Faisal, seorang warga Timbau di Jalan Kartanegara yang juga terdampak banjir. Mengungkapkan bahwa banjir ini terparah sejak satu dekade yang lalu. Meski hujan, genangan air tidak separah ini.

"Saya tinggal di dataran tinggi, hampir seumur hidup nggak pernah kena banjir. Ini yang terparah, banyak faktor juga mempengaruhi," ujar Faisal.

Menurut Faisal, banjir ini murni bencana alam. Bukan lagi akibat masalah pembangunan drainase, namun faktor air sungai yang naik serta hujan dengan intensitas tinggi.

Pun Faisal berharap, pemerintah turun membantu warga. "Kalau ada logistik kami siap menerima, karena ini musim penghujan juga. Seperti makanan siap saji, bantuan evakuasi juga sangat diperlukan," tuturnya.

Hujan mengguyur Tenggarong dari pagi hingga sekitar pukul 15.30 WITA. Air Waduk Panji Sukarame pun pasang, sehingga membuat tanggulnya terbuka. Longsor kecil pun terjadi di beberapa titik, termasuk Tambak Rel.

Namun selama memantau banjir, wilayah paling terdampak adalah sekitar kawasan Jalan Naga, Udang dan Jelawat. Dimana air mencapai paha orang dewasa, atau kedalaman 80 cm.

Nazaruddin warga setempat menyebut banjir ini terparah sejak beberapa tahun terakhir. Sementara ia hanya berharap banjir segera surut, sehingga aktivitas bisa kembali normal.

"Sudah dari pagi air naik, ini memang terparah selama beberapa tahun terakhir," ungkapnya.

Rumah-rumah warga terendam, listrik mesti dipadamkan. Dapur pun tidak berasap, lantaran sulit bergerak akibat banjir. Mobilitas terlumpuhkan, warga hanya bisa berdoa agar banjir cepat surut, sembari berharap adanya bantuan logistik dari pemerintah.

Hingga berita ini ditayangkan, banjir di lokasi yang baru saja disebutkan masih belum surut. Tak lepas dari pemandangan, warga fokus mengevakuasi barang mereka, bermain air, cuci kendaraan hingga memancing. Personil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) pun siap siaga di kawasan Jelawat dan Tambak Rel apabila warga memerlukan evakuasi. (moe)

Editor : Indra Zakaria