Sekolah Google Kukar Mencuri Perhatian Jepang, Soroti Keberhasilan Digitalisasi Pendidikan

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Rabu, 30 Juli 2025 | 20:49 WIB

Kunjungan tim Google Indonesia dan Jepang di SMPN 3 Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
Kunjungan tim Google Indonesia dan Jepang di SMPN 3 Tenggarong (Elmo/Prokal.co)


TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencuri perhatian dunia pendidikan, khususnya di transformasi digital. Tim dari Google Indonesia dan Google Jepang melakukan kunjungan langsung ke sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kukar, untuk melihat dari dekat implementasi transformasi digital dalam pembelajaran.

Kunjungan yang berlangsung selama dua hari, sejak Senin (29/7) ini merupakan bagian dari kerja sama antara Google dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Dalam kunjungan tersebut, tim menyambangi empat sekolah, yaitu SMPN 7 Muara Kaman, SMPN 1 Tenggarong, SMPN 6 Loa Kulu, dan SMPN 3 Tenggarong.

Plt Kabid SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menjelaskan bahwa Kukar menjadi perhatian karena dianggap sebagai daerah percontohan digitalisasi sekolah. Bahkan Kukar menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia dengan SMP negeri yang sudah menjadi sekolah rujukan Google.

“Kita juga memiliki jumlah kandidat sekolah rujukan Google terbanyak di Indonesia. Jadi mereka tertarik melihat langsung seperti apa implementasinya,” ujar Emy saat mendampingi tim Google di SMPN 3 Tenggarong, Rabu (30/7).

Selama kunjungan, masing-masing sekolah mempresentasikan praktik pembelajaran berbasis teknologi menggunakan perangkat dan perangkat lunak Google for Education. Para guru dan siswa memanfaatkan teknologi tersebut dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Project Manager Google for Education, Tiffany Santosa, mengungkapkan kekagumannya atas kemajuan yang dicapai Kukar. Ia menyebut Kukar sebagai salah satu daerah dengan transformasi digital pendidikan tercepat dan terluas di Indonesia.

“Guru-guru di sini sudah beradaptasi dengan teknologi dan berjalan sangat baik,” katanya.

Tiffany menambahkan, Google tidak hanya memberikan perangkat keras dan lunak, tetapi juga pelatihan bagi para guru. Menurutnya, hal itu menjadi nilai tambah dari program Google for Education dibanding penyedia teknologi pendidikan lainnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini menjadi lebih istimewa karena melibatkan tim dari Jepang yang tengah menjalankan inisiatif serupa di negaranya.

“Di Kukar sudah ada 23 kandidat sekolah rujukan Google dan satu sekolah yang sudah resmi jadi rujukan nasional, yakni di Muara Kaman,” jelasnya.

Menurut Tiffany, tim Jepang tertarik melihat implementasi digitalisasi sekolah di wilayah non-perkotaan, termasuk daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur. Mereka ingin mempelajari bagaimana sistem pembelajaran digital dapat berjalan efektif dalam kondisi tersebut.

“Mereka sangat terkesan karena ternyata banyak inovasi digital yang belum digunakan di Jepang, tapi sudah diterapkan di sini,” pungkasnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co