Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jelang Idulfitri 1447 H, Bupati Kukar Cek Kesiapan Masjid dan Lepas Pawai Takbiran

Elmo Satria Nugraha • 2026-03-20 21:48:55

Forkopimda Kukar patroli di Tenggarong jelang Idulfitri 1447 H (Elmo/Prokal.co)
Forkopimda Kukar patroli di Tenggarong jelang Idulfitri 1447 H (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Malam takbiran di Kota Raja terasa lebih semarak. Ratusan warga memadati ruas Jalan KH Dewantara, Jumat (20/3/2026), menyambut pelepasan pawai takbiran Idulfitri 1447 Hijriah yang berlangsung meriah.

Sebelum pelepasan, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lebih dulu melakukan patroli keliling untuk memastikan kesiapan dan keamanan pelaksanaan salat Id.

Rombongan yang terdiri dari Kapolres, Dandim, Kajari, perwakilan BIN, serta Sekretaris Daerah itu menyasar tiga masjid besar di Tenggarong. Yakni Masjid Al Falah di Kelurahan Melayu, Masjid Jami KH Muhammad Sadjid di Kelurahan Baru, serta Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) di Kelurahan Panji.

“Alhamdulillah, kami bersama Forkopimda telah melakukan patroli untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban, khususnya di Tenggarong. Hasilnya, seluruh masjid yang kami tinjau dalam kondisi aman dan siap untuk pelaksanaan salat Id besok,” ujar Aulia.

Ia menyebut, tidak ditemukan kendala berarti dalam persiapan. Seluruh panitia masjid dinilai telah siap, termasuk mengantisipasi potensi gangguan nonteknis seperti cuaca.

“Memang ada kemungkinan hujan, tapi panitia sudah menyiapkan langkah antisipasi,” katanya.

Usai patroli, rombongan melanjutkan agenda dengan melepas pawai takbiran keliling di Kecamatan Tenggarong. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, ditandai dengan banyaknya kendaraan yang ikut serta dalam iring-iringan.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat sangat baik. Ini terlihat dari ramainya peserta takbiran yang ikut,” ucapnya.

Menurut Aulia, tingginya keterlibatan warga dalam kegiatan keagamaan menjadi indikator positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga kebersamaan dan kondusivitas wilayah. “Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik, bahwa partisipasi masyarakat kita dalam berbagai kegiatan, termasuk keagamaan, terus meningkat,” pungkasnya. (moe)

Editor : Indra Zakaria