Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Nonton Bareng Warga, Film Perjalanan Rahmat Dermawan Jadi Motivasi Pemuda Pesisir Kukar

Elmo Satria Nugraha • Minggu, 29 Maret 2026 - 04:12 WIB

Nobar Rahmat Dermawan dengan warga Sangasanga terhadap film Penyambung Lidah Rakyat (Elmo/Prokal.co)
Nobar Rahmat Dermawan dengan warga Sangasanga terhadap film Penyambung Lidah Rakyat (Elmo/Prokal.co)


PROKAL.CO, TENGGARONG – Pemutaran film dokumenter Penyambung Lidah Rakyat tak sekadar menjadi ajang refleksi, tetapi juga ruang kebersamaan antara wakil rakyat dan masyarakat. Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di Aula Green 99, Sangasanga, Sabtu (28/3/2026), dipadati warga dari berbagai kalangan, khususnya pemuda.

Film yang mengangkat perjalanan Rahmat Dermawan selama satu tahun menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Kartanegara itu menjadi medium untuk mendekatkan kerja-kerja politik dengan masyarakat secara lebih humanis.

Tak berhenti di Sangasanga, pemutaran film ini direncanakan berlanjut ke wilayah pesisir lainnya seperti Muara Jawa dan Samboja, dengan menyasar generasi muda sebagai penonton utama.

Nobar Rahmat Dermawan dengan warga Sangasanga terhadap film Penyambung Lidah Rakyat (Elmo/Prokal.co)
Nobar Rahmat Dermawan dengan warga Sangasanga terhadap film Penyambung Lidah Rakyat (Elmo/Prokal.co)

Dalam suasana nobar, penonton tampak antusias mengikuti alur film yang menampilkan aktivitas Rahmat dalam menyerap aspirasi hingga memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Sejumlah adegan bahkan memunculkan respons emosional dari warga.

Lebih dari sekadar dokumentasi, film ini juga menampilkan perjalanan hidup Rahmat dari titik awal yang sederhana. Kisah tersebut diperkuat melalui penuturan Rudini Dai Pramuka yang mengenang masa perjuangan mereka sebagai marbot masjid hingga berkeliling daerah dengan sepeda motor.

“Waktu itu kami hanya berbekal motor untuk roadshow ke kabupaten dan kota di Kaltim. Dari situ kami membangun Rumah Aspirasi Kaltim,” ujarnya.

Bagi banyak pemuda yang hadir, cerita tersebut menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkontribusi bagi daerah.

Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah, menilai pendekatan seperti ini efektif untuk membangun kedekatan sekaligus memotivasi generasi muda agar lebih peduli terhadap pembangunan daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak muda bisa melihat langsung proses dan perjuangan seorang wakil rakyat,” katanya.

Sementara itu, Rahmat Dermawan yang juga Anggota DPRD Kukar Dapil IV menegaskan bahwa film dokumenter tersebut merupakan cara dirinya mengabadikan proses pengabdian sekaligus menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya pemuda.

“Film ini menjadi refleksi saya dalam menjalankan amanah. Saya ingin generasi muda juga terinspirasi untuk terlibat dan berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pemutaran film secara langsung di tengah masyarakat, kesadaran politik dan partisipasi publik dapat tumbuh lebih kuat, tidak hanya saat momentum pemilu.

Selama menjabat, Rahmat telah menghimpun berbagai aspirasi masyarakat, terutama di wilayah pesisir seperti Sangasanga, Muara Jawa, dan Samboja. Sejumlah program telah direalisasikan, mulai dari pemberdayaan UMKM, dukungan bagi nelayan dan buruh, hingga pembangunan infrastruktur dasar.

Melalui pendekatan nobar ini, Rahmat ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam politik, tetapi juga bagian dari perjalanan pembangunan itu sendiri. (moe)

Editor : Indra Zakaria