Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gerakan Pangan Aman Kukar Digenjot, Bupati Minta OPD Tak Jalan Sendiri

Elmo Satria Nugraha • Senin, 27 April 2026 | 21:36 WIB
Advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Pendopo Odah Etam (Elmo/Prokal.co)
Advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Pendopo Odah Etam (Elmo/Prokal.co
 
PROKAL.CO, TENGGARONG – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperkuat langkah nyata. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mendorong gerakan pangan aman terpadu agar masyarakat tidak hanya mendapatkan makanan yang layak konsumsi, tetapi juga benar-benar aman dari hulu ke hilir.
 
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Pendopo Odah Etam, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
 
Aulia menegaskan, sektor kesehatan memiliki kaitan langsung dengan produktivitas masyarakat. Menurutnya, kondisi tubuh yang sehat akan berbanding lurus dengan kemampuan ekonomi keluarga.
 
“Orang yang sehat InsyaAllah akan lebih produktif. Karena produktivitas itu akan berdampak pada kemampuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, peran sektor kesehatan tidak hanya sebatas pelayanan medis, tetapi juga memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman. Mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga distribusi ke rumah tangga harus terjamin kualitasnya.
 
Namun, upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar program berjalan efektif dan berdampak luas.
 
Untuk itu, Aulia mengingatkan agar gerakan pangan aman tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ia ingin program ini menjadi kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
 
“Kalau ini sudah menjadi budaya, masyarakat akan terbiasa menjalankan pola hidup sehat tanpa harus disuruh,” katanya.
 
Dalam implementasinya, Pemkab Kukar mengintegrasikan empat program utama, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman, Sekolah Pangan Aman, dan Tempat Pangan Aman. Keempat program tersebut diharapkan menjadi satu gerakan terpadu yang dijalankan secara masif di seluruh wilayah Kukar.
 
Aulia pun menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk memperkuat sinergi dan meninggalkan pola kerja sektoral. Menurutnya, hasil maksimal hanya bisa dicapai melalui kerja bersama.
 
“Jangan merasa ini hanya tugas satu OPD. Semua yang terkait harus bergerak bersama. Kalau bekerja sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.
 
Aulia juga menegaskan bahwa keberhasilan program diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung, bukan sekadar proses pelaksanaan.
 
“Yang dilihat masyarakat adalah manfaatnya. Maka hasil kerja kita harus benar-benar dirasakan,” tutup Aulia. (moe)
Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara