Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Usung Teknologi Baru dengan Swasta, Produksi Air Bersih Tenggarong Diproyeksikan Meningkat Pesat

Elmo Satria Nugraha • Selasa, 28 April 2026 | 13:19 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau Instalasi Pengelolaan Air Bekotok Perumda Tirta Mahakam (Istimewa)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau Instalasi Pengelolaan Air Bekotok Perumda Tirta Mahakam (Istimewa)


PROKAL.CO, TENGGARONG - Air bersih adalah suatu jaminan bagi masyarakat. Dan kelancaran distribusinya menjadi kewajiban pemerintah. Konsep ini yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Perumda Tirta Mahakam untuk terus meningkatkan pelayanannya.

Sebagai upaya meningkatkan pelayanan, Perumda Tirta Mahakam gandeng PT Mahakam Tirta Nirwana. Membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan teknologi membrane bioreactor tahun 2025 lalu. Memastikan tindak lanjut kerja sama ini tepat sasaran, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau IPA Bekotok, Kecamatan Tenggarong, Selasa (28/4/2026).

IPA Bekotok ini, ujar Aulia, akan menjadi lokasi peningkatan kapasitas yang telah dikerja samakan dengan pihak ketiga. Dengan teknologi membrane bioreactor, IPA yang sebelumnya menghasilkan 75 per detik akan meningkat menjadi 250 liter per detik.

"Jadi ini nanti konsepnya kita membeli air yang sudah jadi dari pihak ketiga. Akan tetapi di satu sisi kami menjamin bahwa dengan skema baru ini kita tidak menaikkan tarif dari harga air bersih yang dijual oleh PDAM kepada masyarakat," jelas Aulia usai peninjauan. 

Pun tujuan dari pada kerja sama ini adalah meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Dengan teknologi baru ini, Aulia berharap distribusi air semakin kencang dengan kapasitas yang jauh lebih besar. IPA Bekotok juga terpilih karena alasan spesifik.

IPA ini akan menjadi tolok ukur intake lainnya di Sukarame dan Bukit Biru, memastikan bahwa kebutuhan maupun Bukit Biru ketika nanti kebutuhan air bersih di wilayah Kota Raja terpenuhi. Sehingga ke depan, seluruh IPA di Tenggaeonf akan terintegrasi. 

Saling suplai, dan saling menguatkan satu dengan yang lain. Aulia ingin memastikan bahwa jaringan air yang ada di Tenggarong ini bisa adekuat. Hal ini guna memastikan tidak banyak air yang merembes di lapangan. Karena saat ini NRW Kukar berada di 38 persen, dan harapannya ke depan bisa di bawah 30 persen.

"Karena apa? Karena ketika PDAM bocor, maka sama aja dengan kita membuang air. Bagi PDAM, air terbuang itu sama dengan membuang pendapatan," tutup Aulia. 

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno mengatakan bahwa peningkatan ini bagian dari menghadapi tantangan utama pelayanan jajarannya. Yakni kualitas air baku dari Sungai Tenggarong, yang cenderung keruh atau ‘coklat’, sehingga perlu peningkatan dari sisi sarana dan pengolahan.

“Saat ini kami memiliki tiga IPA, yakni di Bukit Biru, Sukarame, dan Bekotok. Ke depan, seluruh IPA ini akan diintegrasikan agar saling mendukung dalam distribusi air bersih," tegas Suparno.

Suparno juga mengakui kendala yang di hadapi adalah masih adanya wilayah yang belum terlayani 24 jam karena keterbatasan kapasitas. Karena itu, sesuai arahan bupati, Perumda Tirta Mahakam akan mempercepat penambahan kapasitas, termasuk dengan melibatkan pihak ketiga.

Pihaknya juga sudah melakukan beberapa kali survei dengan pihak ketiga terkait rencana penambahan kapasitas. Polanya, pihak ketiga memproduksi air bersih, kemudian kami membeli air jadi tersebut untuk disalurkan ke masyarakat.

Di Tenggarong, saat ini cakupan layanan sudah sekitar 99 persen. Namun secara keseluruhan di Kukar, baru sekitar 54 persen, mencakup 132 desa dan 44 kelurahan dari total 193 desa di 20 kecamatan. Ini menjadi tantangan karena kondisi geografis membutuhkan investasi besar untuk perluasan layanan.

“Target kami, tidak boleh ada lagi masyarakat Tenggarong yang tidak mendapatkan layanan air bersih hanya karena keterbatasan kapasitas. Dengan penambahan kapasitas, kami yakin seluruh wilayah bisa terlayani maksimal," pinta Suparno. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara