820 Penyelamatan Non-Kebakaran Telah Ditangani Disdamkarmatan Kukar Sepanjang Awal 2026; Evakuasi Ular hingga Cari Cincin Hilang
Elmo Satria Nugraha• Kamis, 21 Mei 2026 | 17:39 WIB
Personil Disdamkarmatan Kukar melakukan evakuasi ular (Istimewa)
PROKAL.CO, TENGGARONG – Tugas petugas pemadam kebakaran di Kutai Kartanegara (Kukar) ternyata tak hanya berjibaku memadamkan api. Dalam empat bulan terakhir, ratusan laporan unik hingga penyelamatan tak biasa justru mendominasi pekerjaan lapangan petugas Disdamkar Matan Kukar.
Sepanjang Januari hingga April 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar mencatat sebanyak 820 penanganan non-kebakaran telah dilakukan.
Mulai dari evakuasi ular dan sarang tawon, menyelamatkan kucing yang terjebak di plafon rumah, hingga membantu mengambil telepon genggam warga yang jatuh ke sungai menjadi bagian dari aktivitas harian petugas.
“Total ada 820 penyelamatan non-kebakaran yang kita tangani sejak Januari hingga April,” ujar Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, Kamis (21/5/2026).
Tingginya angka laporan tersebut menunjukkan peran Damkar kini semakin luas dan menjadi salah satu layanan darurat yang paling sering diandalkan masyarakat.
Tak sedikit pula laporan yang diterima tergolong unik dan di luar kebiasaan. Salah satunya ketika petugas diminta membantu menangkap bebek peliharaan milik warga yang lepas.
Selain itu, ada pula laporan kehilangan cincin emas yang cukup menyulitkan petugas karena pelapor tidak mengetahui lokasi pasti perhiasan tersebut hilang.
“Ada sempat dapat laporan yang lucu, warga minta bantuan cari cincin hilang tapi nggak tahu jatuh pastinya di mana. Jadi cukup menyulitkan petugas melakukan pencarian karena minim petunjuk,” ungkap pria yang akrab disapa Afe' ini berseloroh.
Meski sejumlah laporan terdengar nyeleneh, pihaknya tetap berupaya merespons setiap aduan masyarakat selama masih berkaitan dengan tugas penyelamatan dan memungkinkan untuk ditindaklanjuti.
“Meski begitu kita tetap merespon setiap laporan yang masuk dan melihat kondisi dulu jika hendak menindaklanjuti laporan yang nyeleneh,” tambahnya.
Meningkatnya laporan non-kebakaran ini sebut Afe' menjadi gambaran bahwa masyarakat kini semakin bergantung pada layanan penyelamatan cepat milik Damkar.
Karena itu, pihaknya memastikan seluruh personel tetap siaga selama 24 jam untuk menangani berbagai kondisi darurat yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kami siap siaga 24 jam, dan bukan hanya kebakaran saja yang ditangani. Tetapi semua bentuk penyelamatan yang memang dibutuhkan masyarakat Kukar akan mendapat bantuan petugas,” tandasnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan penyelamatan, Disdamkar Matan Kukar juga dituntut terus memperkuat kesiapan personel dan peralatan agar respons terhadap kondisi darurat di masyarakat bisa semakin cepat dan maksimal. (moe)