Jelang Iduladha 2026, Distanak Kukar Waspadai Peredaran Hewan Kurban Tidak Layak
Elmo Satria Nugraha• Kamis, 21 Mei 2026 | 17:41 WIB
Plt Kepala Distanak Kukar, Rifani (Istimewa)
TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh tanggal 26-27 Mei 2026, pengawasan kesehatan hewan kurban di Kutai Kartanegara (Kukar) diperketat. Pemerintah daerah berupaya memastikan hewan yang beredar di masyarakat benar-benar sehat dan layak dikurbankan agar warga terhindar dari risiko penyakit hewan.
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar mencatat ribuan hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas veteriner yang disebar di sejumlah kecamatan.
Plt Kepala Distanak Kukar, Rifani, mengatakan pemeriksaan dilakukan bertahap sejak sebulan terakhir melalui layanan lima puskeswan yang menjangkau 20 kecamatan di Kukar.
“Pemeriksaan kami lakukan untuk memastikan hewan yang dijual ke masyarakat benar-benar sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” ujar Rifani, Kamis (21/5/2026).
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kondisi fisik hewan secara menyeluruh. Mulai dari kesehatan umum, kondisi tubuh, usia hewan, hingga memastikan tidak ada cacat maupun indikasi penyakit tertentu.
Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 6.261 ekor sapi, 825 kambing, dan tiga kerbau telah diperiksa petugas. Hewan yang dinyatakan sehat kemudian diberikan label khusus sebagai penanda layak kurban.
“Kalau tidak sehat tentu tidak kita keluarkan label sehatnya, sehingga tidak boleh dijual untuk kurban,” tegas Rifani.
Langkah itu dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang Iduladha.
Saat ini, pemeriksaan masih difokuskan di sejumlah titik di Tenggarong sebelum pelaksanaan penandaan simbolis bersama Pemerintah Kabupaten Kukar.
Meski pengawasan tahun ini menghadapi keterbatasan jumlah dokter hewan, Distanak memastikan proses pemeriksaan tetap berjalan optimal dengan dukungan tenaga medik veteriner di lapangan.
“Petugas lapangan melakukan pemeriksaan awal terlebih dahulu, setelah dinyatakan aman baru dokter hewan menerbitkan sertifikat sehat,” jelasnya.
Selain memastikan kesehatan hewan, Distanak Kukar juga menjamin stok hewan kurban masih aman hingga Iduladha nanti. Mayoritas pasokan berasal dari peternak lokal Kukar, meski sebagian didatangkan dari luar daerah seperti Nusa Tenggara Timur.
Wilayah pesisir tercatat menjadi kawasan dengan aktivitas pemeriksaan tertinggi tahun ini, terutama di Kecamatan Samboja yang juga melayani distribusi hewan kurban ke Samboja Barat, Sangasanga, hingga Muara Jawa.
Hingga kini, Distanak memastikan belum ditemukan kasus penyakit pada hewan kurban yang diperiksa petugas.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada temuan penyakit. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena hewan yang beredar sudah melalui pemeriksaan kesehatan,” tutup Rifani.
Pengawasan ketat tersebut diharapkan mampu menjaga keamanan hewan kurban sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat saat memilih hewan untuk Iduladha tahun ini. (moe)