PROKAL.CO, TENGGARONG – Tangis haru dan pelukan hangat mewarnai halaman Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong, Senin (15/6/2026). Setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, ratusan jamaah asal Kutai Kartanegara akhirnya kembali berkumpul dengan keluarga yang telah lama menanti.
Sejak siang hari, keluarga jamaah memadati kawasan masjid. Sebagian membawa bunga, sebagian lainnya menunggu dengan wajah penuh harap. Momen pertemuan kembali itu menjadi pemandangan yang sarat emosi setelah para jamaah menjalani perjalanan ibadah selama lebih dari sebulan. Sebanyak 150 jamaah haji asal Kutai Kartanegara tiba di Tenggarong dalam kondisi sehat. Kepulangan mereka sekaligus menandai berakhirnya rangkaian penyelenggaraan haji tahun 2026 bagi jamaah asal Kukar yang tergabung dalam kelompok terbang Embarkasi Balikpapan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kutai Kartanegara, Norjali, memastikan seluruh proses pemulangan jamaah berjalan lancar sejak serah terima di Balikpapan hingga tiba di Tenggarong. “Alhamdulillah proses serah terima jemaah dari Panitia Penyelenggara Haji Kalimantan Timur kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Norjali menjelaskan, jumlah jamaah yang tiba di Kukar sebanyak 150 orang. Angka tersebut berkurang dua orang dari jumlah awal karena memilih melakukan tanazul dan bergabung dengan Kloter 11. Dan ia memastikan, seluruh jamaah yang kembali ke daerah dalam kondisi sehat. “Yang paling kami syukuri, seluruh jemaah dalam kondisi sehat sejak berangkat hingga kembali ke daerah. Transportasi dan seluruh rangkaian perjalanan juga berjalan lancar tanpa kendala berarti,” katanya.
Keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini, lanjut Norjali, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat sejak proses keberangkatan hingga pemulangan jamaah. Ia menyampaikan apresiasi kepada Panitia Penyelenggara Haji Embarkasi Balikpapan, petugas haji, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang turut mendukung kelancaran pelayanan jamaah asal Kukar.
Norjali juga memberikan penghargaan kepada para jamaah yang dinilai mampu menjaga ketertiban selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. “Semoga seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur,” ucapnya. Sementara itu, Asisten I Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara, Akhmad Taufik Hidayat, berharap kepulangan para jamaah tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pengalaman spiritual yang diperoleh selama berhaji diharapkan mampu memperkuat peran jamaah sebagai teladan di tengah masyarakat.
“Para jemaah haji diharapkan menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat. Nilai kesabaran, kedisiplinan, keikhlasan, dan kebersamaan yang diperoleh selama berhaji hendaknya bisa diterapkan dalam kehidupan sosial,” ujarnya. Para jamaah memiliki posisi penting dalam memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan masing-masing setelah kembali dari Tanah Suci.
Untuk itu, Taufik juga meminta doa dari para jamaah agar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah pembangunan dan pelayanan publik. “Kami berharap doa para jemaah agar pemerintah daerah diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah untuk masyarakat Kutai Kartanegara,” tutupnya.
Di tengah pelukan keluarga dan rasa syukur yang mengiringi kepulangan mereka, para jamaah kini kembali ke tengah masyarakat dengan membawa pengalaman spiritual yang diharapkan tidak hanya mengubah diri sendiri, tetapi juga memberi teladan bagi lingkungan di sekitarnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria