PROKAL.CO, TENGGARONG – Agenda tahunan yang ditunggu-tunggu para pencari kerja (Pencaker) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali hadir di 2026 ini. Pemkab Kukar kembali menggelar Job Fair Kukar 2026 sebagai upaya menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Berbeda dari tahun sebelumnya, bursa kerja tahun ini tidak hanya berfokus mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga menargetkan tingkat penempatan tenaga kerja yang lebih tinggi. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar menargetkan sedikitnya 80 persen peserta yang lolos tahapan wawancara berpeluang besar memperoleh pekerjaan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan hingga saat ini sebanyak 20 perusahaan dari sembilan sektor usaha telah mendaftar sebagai peserta Job Fair Kukar 2026. “Sampai saat ini pendaftaran Job Fair sudah diikuti 20 perusahaan dari sembilan sektor yang telah mendaftar,” ujarnya, Rabu (23/6/2026).
Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai bidang usaha, mulai dari perbankan, retail, pertambangan, produksi es, perkebunan, hingga sektor food and beverage (F&B). Kegiatan dipusatkan di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang dan akan berlangsung selama dua hari pada pertengahan Juli mendatang.
“Pelaksanaannya secara efektif akan berlangsung pada 14 sampai 15 Juli 2026 di Gedung PKM. Sebelumnya akan ada tahapan seleksi berkas, kemudian pada tanggal 14 hingga 15 Juli dilaksanakan proses wawancara,” jelas Dendy. Pada hari terakhir kegiatan, perusahaan peserta diwajibkan menyampaikan hasil wawancara kepada para pencari kerja yang mengikuti proses rekrutmen.
“Pada hari terakhir, 15 Juli, akan diumumkan hasil wawancara kepada para peserta,” katanya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas Job Fair sekaligus memastikan kegiatan tidak berhenti hanya pada proses pengumpulan lamaran kerja. “Paling tidak 80 persen dari hasil pengumuman wawancara tersebut akan berujung pada penempatan tenaga kerja. Dengan begitu, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja akan mendapatkan data penempatan yang lebih akurat,” ujarnya.
Target tersebut lahir dari evaluasi pelaksanaan Job Fair tahun 2025 yang dinilai belum menghasilkan data penempatan tenaga kerja yang optimal. “Ini merupakan bentuk evaluasi dan eskalasi dari Job Fair tahun 2025. Saat itu diikuti 28 perusahaan dan kurang lebih 1.000 pencari kerja,” katanya.
Meski animo pencari kerja cukup tinggi, data yang masuk ke pemerintah menunjukkan jumlah peserta yang benar-benar terserap ke dunia kerja masih sangat minim. “Ternyata data penempatan yang dilaporkan hanya 25 orang dari tiga perusahaan yang menyampaikan laporan,” ungkapnya. Karena itu, pada Job Fair tahun ini pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan peserta mengumumkan hasil wawancara kepada peserta sebagai bentuk transparansi sekaligus instrumen pemantauan tingkat keberhasilan penempatan tenaga kerja.
“Oleh karena itu, pada hari kedua Job Fair tahun ini para pemberi kerja wajib mengumumkan hasil wawancara mereka,” tegas Dendy. Dendy juga menjelaskan bahwa pengumuman hasil wawancara bukan berarti peserta langsung diterima bekerja. Masih terdapat sejumlah tahapan lanjutan yang harus dipenuhi perusahaan maupun calon pekerja. “Kalau langsung mengumumkan penempatan tentu tidak mungkin, karena masih ada tahapan berikutnya sebelum penempatan, salah satunya MCU atau pemeriksaan kesehatan,” ujarnya
Namun demikian, peserta yang dinyatakan lolos wawancara memiliki peluang besar untuk melanjutkan proses rekrutmen hingga tahap penempatan kerja.
“Karena itu yang diumumkan adalah hasil wawancara, di mana paling tidak 80 persen peserta yang diumumkan tersebut berpotensi besar untuk ditempatkan bekerja,” katanya.
Untuk memastikan informasi kegiatan menjangkau masyarakat secara luas, Distransnaker Kukar telah melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah kabupaten.
“Kegiatan ini sudah disosialisasikan secara virtual di 20 kecamatan juga disampaikan kepada sekitar 220 perusahaan yang terdaftar dalam wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan,” pungkasnya.
Melalui Job Fair Kukar 2026, pemerintah daerah berharap semakin banyak tenaga kerja lokal terserap ke dunia usaha. Selain menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi instrumen nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar. (moe)
Editor : Indra Zakaria