Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Nobar Piala Dunia 2026 Satukan Warga Kukar, Bupati Ajak Masyarakat Ramaikan Hingga Partai Final

Elmo Satria Nugraha • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB
Nobar Piala Dunia 2026 di Halaman Pendopo Odah Etam (Elmo/Prokal.co)
Nobar Piala Dunia 2026 di Halaman Pendopo Odah Etam (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sorak sorai pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Spanyol memastikan satu tempat di partai final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Prancis pada laga semifinal yang berlangsung Rabu (15/7/2026) dini hari. Momen itu tak hanya dirasakan di stadion, tetapi juga di Halaman Parkir Pendopo Odah Etam, Tenggarong, tempat ratusan warga Kutai Kartanegara larut dalam suasana nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kukar.

Berbekal hamparan terpal sebagai alas duduk, videotron milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, serta sajian air minum, teh, dan kopi gratis, masyarakat dari berbagai usia berkumpul tanpa sekat menikmati pertandingan empat tahunan tersebut. Tak ada perbedaan latar belakang maupun pilihan tim, seluruhnya menyatu dalam atmosfer sepak bola yang hangat hingga pertandingan usai.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian nobar Piala Dunia 2026 yang difasilitasi Pemkab Kukar sejak babak semifinal dan akan terus berlanjut hingga pertandingan final.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, penyelenggaraan nobar bukan sekadar menyediakan ruang bagi masyarakat menyaksikan pertandingan bersama, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

"Kami menggelar kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 untuk masyarakat Kutai Kartanegara, dimulai dari pertandingan semifinal hingga nanti partai final," ujarnya.

Melihat antusiasme masyarakat pada laga ini menjadi modal untuk kembali menggelar nobar semifinal berikutnya hingga laga puncak.

"Besok malam kegiatan nobar juga tetap kami laksanakan di tempat yang sama. Kami mengajak seluruh masyarakat yang ingin menonton untuk datang dan bergabung agar suasananya semakin meriah," katanya.

Ia menilai, sepak bola memiliki kekuatan menyatukan masyarakat yang memiliki latar belakang maupun pilihan berbeda. Karena itu, semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut bukan hanya menikmati pertandingan, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarwarga.

"Semangat yang ingin kami bangun dari Piala Dunia ini bukan semata-mata menonton sepak bolanya, tetapi memperkuat kebersamaan, menjaga kondusivitas, serta mempererat harmonisasi masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara," jelasnya.

Aulia juga mengingatkan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama pertandingan. Setelah peluit akhir berbunyi, seluruh masyarakat tetap kembali sebagai satu keluarga besar Kutai Kartanegara.

"Dalam sepak bola, menang atau kalah itu hal yang biasa. Masing-masing orang punya tim favoritnya. Tetapi setelah pertandingan selesai, kita kembali berkumpul, bercengkerama, dan menjaga persaudaraan sebagai warga Kutai Kartanegara," tuturnya.

Saat ditanya tim yang akan didukung pada partai final nanti, Aulia menjawab singkat dengan senyum.

"Kalau dukungan di final, tetap Argentina," pungkasnya.

Pemkab Kukar pun memastikan fasilitas nobar akan kembali disiapkan hingga laga final Piala Dunia 2026. Dengan konsep sederhana namun terbuka untuk semua kalangan, pemerintah berharap ruang publik dapat terus menjadi tempat masyarakat berkumpul, menikmati hiburan bersama, sekaligus memperkuat kebersamaan di luar aktivitas sehari-hari. (moe)

Editor : Indra Zakaria
kutai kartanegara