PROKAL.CO, TENGGARONG – Menyiapkan tenaga kerja tak lagi cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai menghubungkan kebutuhan dunia usaha dengan materi pelatihan yang diberikan, sehingga warga lokal yang telah memiliki kompetensi memiliki peluang lebih besar untuk langsung bekerja di perusahaan.
Langkah itu diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) dan sejumlah perusahaan dalam rangkaian Program Kukar Siap Kerja pada pembukaan Job Fair 2026, Selasa (14/7/2026) kemarin.
Plt Kepala Distransnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, kerja sama tersebut bukan sekadar memperluas jejaring kemitraan, tetapi memastikan pelatihan yang diselenggarakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan industri.
"Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun kemitraan, bukan hanya dengan lembaga pelatihan kerja, tetapi juga dengan dunia usaha sebagai pengguna tenaga kerja. Harapannya, lima perusahaan yang hari ini menandatangani perjanjian kerja sama bisa menjadi pemicu bagi perusahaan-perusahaan lain untuk ikut bergabung," ujarnya.
Selama ini salah satu tantangan dalam penyerapan tenaga kerja adalah adanya kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. Melalui PKS tersebut, Dendy dan jajaran dapat memperoleh informasi langsung mengenai jenis keterampilan yang dibutuhkan sehingga materi pelatihan dapat disesuaikan.
"Kami ingin memastikan kebutuhan kompetensi dari masing-masing perusahaan dapat terinformasi kepada pemerintah. Dengan begitu, program pelatihan yang kami selenggarakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," katanya.
Ia menegaskan, fokus utama kerja sama bukan berada pada proses pelatihannya, melainkan memastikan lulusan pelatihan memiliki jalur yang jelas menuju dunia kerja.
"Substansi kerja sama ini bukan pada pelaksanaan pelatihannya, melainkan pada hilirisasi penempatan tenaga kerja. Jadi fokus PKS adalah memastikan lulusan pelatihan yang sudah memiliki kompetensi dapat langsung diserap oleh perusahaan," jelasnya.
Sebagai tahap awal, program tersebut menargetkan sekitar 320 peserta pelatihan yang dipersiapkan menjadi tenaga kerja siap pakai. Perusahaan yang telah menandatangani kerja sama juga berkomitmen memprioritaskan lulusan pelatihan kompetensi yang difasilitasi pemerintah.
Program ini sekaligus menjadi implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal yang mengatur perusahaan memprioritaskan sedikitnya 85 persen tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.
"Perusahaan yang menandatangani kerja sama berkomitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal yang telah mengikuti pelatihan kompetensi yang difasilitasi pemerintah," tutur Dendy.
Menyesuaikan kebutuhan pasar kerja, Distransnaker masih memfokuskan sebagian besar pelatihan pada sektor pertambangan, seperti operator alat berat, mekanik alat berat, dan welder yang masih menjadi kebutuhan utama perusahaan di Kukar.
Namun demikian, pemerintah juga mulai memperluas jenis pelatihan ke sektor ekonomi kreatif dan jasa. Beberapa di antaranya meliputi content creator, desain grafis, hingga penjamah makanan.
Saat ini lanjut Dendy, pelatihan penjamah makanan merupakan salah satu program baru yang disiapkan untuk mendukung Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya memenuhi kebutuhan tenaga kerja lokal pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pelatihan ini kami siapkan untuk masyarakat Kutai Kartanegara yang belum bekerja agar memiliki kompetensi dan dapat langsung disalurkan ke dunia kerja," pungkasnya.
Melalui pola pelatihan yang disusun berdasarkan kebutuhan riil industri dan diperkuat dengan komitmen perusahaan menyerap lulusan kompetensi, Distransnaker Kukar berharap semakin banyak warga lokal mampu mengisi peluang kerja yang tersedia, baik di sektor pertambangan maupun bidang-bidang baru yang terus berkembang. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co