PROKAL.CO, SAMARINDA – Tiga tahun bertugas sebagai Konsul-Jenderal Australia di Makassar membawa Todd Dias pada sejumlah program kolaborasi yang menyentuh langsung masyarakat Kalimantan Timur. Dari penyediaan air bersih dan energi surya hingga pendidikan dan pengelolaan limbah, berbagai kerja sama itu menjadi bagian dari jejak penugasannya sebelum kembali ke Australia.
Masa tugas Todd Dias resmi berakhir pada Agustus 2026. Sebelum meninggalkan Indonesia, diplomat Australia tersebut menyempatkan diri menemui sejumlah mitra strategis di Kalimantan Timur sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya selama bertugas.
“Sedih bagi saya harus menyelesaikan masa tugas saya, tetapi saya merasa bangga karena telah memberikan yang terbaik selama tiga tahun terakhir untuk mempererat hubungan kedua negara kita,” ujar Todd Dias.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan mitra kerja di Kalimantan Timur atas persahabatan serta dukungan selama masa penugasannya.
“Terima kasih atas persahabatan, dukungan, dan kehangatan luar biasa yang diberikan oleh seluruh masyarakat serta mitra kerja di Kalimantan Timur,” katanya.
Selama bertugas, pemerintah Australia menjalankan sejumlah program di Kalimantan Timur, termasuk melalui tiga proyek Direct Aid Program (DAP). Program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi yang berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Salah satunya berlangsung di Desa Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja. Program tersebut menyediakan pasokan air bersih dan listrik tenaga surya untuk membantu mengatasi keterbatasan air, mengurangi biaya bahan bakar, sekaligus mendukung produktivitas pertanian.
Program lainnya menyasar industri tempe rumahan di Desa Tenggarong Seberang. Teknologi pengolahan limbah berkelanjutan diterapkan dengan mengintegrasikan budidaya sorgum dan peternakan kambing.
Dalam skema tersebut, limbah pertanian dimanfaatkan menjadi pakan ternak, sementara kotoran ternak diolah kembali menjadi pupuk organik. Model itu mempertemukan kebutuhan produksi pangan, peternakan dan pengelolaan limbah dalam satu rantai yang lebih berkelanjutan.
Sementara di Balikpapan Utara, Australia menggandeng Institut Teknologi Kalimantan (ITK) untuk membangun pompa air berbasis pembangkit listrik tenaga surya skala kecil. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan air dan listrik petani setempat.
Selain program pembangunan berbasis masyarakat, hubungan Australia dengan Kalimantan Timur juga diperkuat melalui sektor pendidikan dan kebudayaan. Festival Sinema Australia Indonesia digelar di Samarinda dan Balikpapan selama masa tugas Todd Dias.
Todd Dias tercatat empat kali mengunjungi Kalimantan Timur. Dua di antaranya dilakukan ke Universitas Mulawarman untuk memberikan kuliah umum sekaligus mengunjungi Aussie Banget Corner di perpustakaan kampus.
Ia juga mengunjungi SD Islam Fastabiqul Khairat yang memiliki kemitraan dengan salah satu sekolah di Australia Barat melalui program BRIDGE.
Dalam kunjungan terakhirnya, Todd Dias juga menemui Wali Kota Samarinda Andi Harun. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah berjalan sekaligus berharap peluang kolaborasi tetap terbuka, termasuk dalam bidang beasiswa, pengiriman ASN untuk belajar di perguruan tinggi Australia, hingga investasi.
Todd Dias menyebut salah satu pengalaman yang paling membekas selama bertugas adalah ketika menghadiri upacara peringatan Hari ANZAC di Balikpapan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.
“Salah satu momen yang akan selalu berkesan bagi saya adalah saat menghadiri upacara peringatan Hari ANZAC di Balikpapan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, sebuah tempat yang menjadi saksi bisu sejarah perjuangan bersama pada masa Perang Dunia Kedua,” tuturnya.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya, Todd Dias dijadwalkan kembali ke Canberra, Australia. Ia akan menjalankan penugasan baru di Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.
Posisi Konsul-Jenderal Australia di Makassar selanjutnya akan diteruskan Sanchi Davis. Diplomat tersebut juga memiliki kemampuan berbahasa Indonesia.
Bagi Kalimantan Timur, pergantian diplomat itu menjadi babak baru hubungan dengan Australia. Sejumlah kerja sama yang telah berjalan, mulai dari pendidikan, energi bersih, pertanian hingga penguatan masyarakat, menjadi fondasi yang dapat diteruskan bersama mitra berikutnya. (moeL
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co