Jalan Jembayan Kembali Amblas, Pemkab Kukar Siapkan Jembatan Bailey

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:46 WIB
Kondisi jalan poros Loa Kulu-Samarinda di Dusun Margasari, Jembayan yang amblas (Elmo/Prokal.co)
Kondisi jalan poros Loa Kulu-Samarinda di Dusun Margasari, Jembayan yang amblas (Elmo/Prokal.co)

 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Jalan poros di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali amblas hingga melumpuhkan akses warga pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Persoalan badan jalan yang terus bergerak ini disebut sudah berlangsung selama tiga tahun dan kini memasuki kejadian ketiga.

Badan jalan mulai amblas sekitar pukul 05.40 WITA. Hanya dalam waktu 20 menit, kerusakan semakin parah hingga pada pukul 06.00 WITA jalan poros tersebut tidak lagi bisa dilalui kendaraan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang meninjau langsung lokasi bersama jajaran menyebut dua kejadian sebelumnya telah mendapat penanganan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), mengingat ruas tersebut merupakan jalan poros nasional.

“Hari ini kita meninjau lokasi tanah longsor di daerah Jembayan ini, ini merupakan kejadian yang ketiga. Memang dua kejadian sebelumnya sudah ditangani dan sebaik oleh balai karena ini memang poros nasional,” kata Aulia, Sabtu (15/8/2026).

Jajaran balai sendiri telah berada di lokasi sejak awal kejadian untuk melihat kondisi dan melakukan penanganan yang diperlukan. Pemkab Kukar juga telah berkoordinasi dengan kepala balai terkait langkah lanjutan.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemasangan jembatan Bailey untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan selama penanganan badan jalan.

“Yang seharusnya dilakukan, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kabalai, mungkin ada beberapa langkah-langkah yang akan ditempuh, termasuk salah satunya mempersiapkan jembatan Bailey sehingga aktivitas warga masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Untuk sementara, arus kendaraan akan dialihkan melalui jalur alternatif di belakang lokasi longsor. Pemerintah desa telah menyiapkan jalur tersebut dan selanjutnya akan dibahas bersama kepolisian untuk pengaturan lalu lintas.

Aulia mengatakan kendaraan besar akan diarahkan melalui jalur seberang karena jalur alternatif di belakang lokasi relatif kecil.

“Untuk kondisi sekarang, kondisi jalan kita akan alihkan dulu ke belakang. Tadi Pak Kades sudah membuat alternatif nanti akan dirapatkan, serta teman-teman dari Polres untuk rekayasa lalu lintasnya sehingga sekali lagi aktivitas logistik, aktivitas masyarakat itu tidak terganggu,” jelasnya.

Selain memutus akses kendaraan, longsor juga merusak pipa PDAM yang berada di sekitar badan jalan. Akibatnya, pasokan air bersih warga yang sebelumnya berjalan normal ikut terhenti.

Saat ini, sisa badan jalan yang masih ada dalam kondisi sempit dan berbahaya akibat pergerakan tanah yang labil. Masyarakat maupun pengendara diimbau tidak melintasi titik amblas dan menggunakan jalur alternatif sampai penanganan dilakukan. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara