Longsor Jembayan Masih Mengancam, Bupati Kukar Imbau Warga Tak Tidur di Rumah

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:54 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau jalan amblas poros Loa Kulu-Samarinda bersama jajaran (Elmo/Prokal.co)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau jalan amblas poros Loa Kulu-Samarinda bersama jajaran (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meminta warga di sekitar lokasi longsor Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, tidak tidur di rumah pada Sabtu (15/8/2026) malam. Imbauan itu disampaikan karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih dikhawatirkan mengalami penurunan.

Aulia meminta warga tetap waspada dan mengamankan barang-barang penting dari rumah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi pergerakan tanah atau longsor susulan pada malam hari.

“Untuk warga sekitar berhati-hati ya, selalu waspada. Terus habis itu ya mungkin sudah beres-beres barang-barang yang dianggap penting, itu sudah dirapikan dan kami sarankan untuk tidak tidur di rumahnya pada malam hari ini,” kata Aulia saat meninjau lokasi longsor, Sabtu (15/8/2026).

Menurut dia, kewaspadaan diperlukan karena pergerakan tanah berpotensi terjadi ketika tidak ada yang mengawasi kondisi di sekitar rumah.

“Karena apa? Karena kita khawatir, takut pada saat kejadian malam hari semua tidak ada yang mengawasi, itu terjadi penurunan dan sebagainya,” ujarnya.

Meski demikian, Aulia mengatakan langkah-langkah antisipatif telah dilakukan untuk mencegah kondisi semakin parah. Salah satunya dengan menurunkan beton-beton berat di sekitar lokasi sebagai bagian dari penanganan.

“Tapi kami yakin karena langkah-langkah antisipatif sudah dilaksanakan. Ini nanti beton-beton yang berat-berat ini sudah mau diturunkan, ya harapan kita tidak terjadi lagi penambahan longsoran ke bagian ini,” jelasnya.

Longsor di Jalan Poros Margasari sebelumnya membuat akses kendaraan terputus total sejak Sabtu pagi. Badan jalan mulai amblas sekitar pukul 05.40 WITA dan dalam waktu 20 menit tidak lagi dapat dilalui.

Aulia menyebut kejadian tersebut merupakan longsor yang ketiga di kawasan itu. Dua kejadian sebelumnya telah mendapat penanganan dari Balai karena ruas tersebut merupakan jalan poros nasional.

Sementara itu, masyarakat dan pengguna jalan diminta tidak mendekati maupun memaksakan diri melintasi area yang terdampak. Arus kendaraan sementara dialihkan melalui jalur alternatif untuk menjaga keselamatan dan aktivitas warga tetap berjalan. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara