Jalan Nasional Jembayan Kembali Amblas, BBPJN Kaltim Siapkan Jembatan Pekan Depan

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:24 WIB
Peninjauan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama BBPJN Kaltim di poros Loa Kulu-Samarinda (Elmo/Prokal.co)
Peninjauan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama BBPJN Kaltim di poros Loa Kulu-Samarinda (Elmo/Prokal.co)

 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Badan jalan nasional di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali amblas meski penanganan sebelumnya telah selesai dan diserahterimakan pada Januari 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur kini menyiapkan penanganan lanjutan dengan membangun jembatan sebagai solusi sementara.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) BBPJN Kaltim, Dedi, mengatakan penanganan ruas tersebut sebelumnya telah mencapai tahap Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026.

“Penanganan jalan ini sebenarnya sudah Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026 kemarin,” terang Dedi.

Namun, badan jalan kembali mengalami penurunan hingga akses utama di kawasan Margasari terputus pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak dapat melintasi ruas jalan yang menghubungkan kawasan Tenggarong, Loa Janan, Samarinda hingga Balikpapan tersebut.

Dedi mengatakan pihaknya kini tengah menyiapkan penanganan lanjutan dengan membangun jembatan untuk menggantikan badan jalan yang mengalami penurunan.

Jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi sementara sekaligus memastikan akses masyarakat kembali dapat dilalui dengan aman selama penanganan kawasan terdampak.

“Kami saat ini sedang berupaya untuk mencoba mbeling. Insyaallah pekan depan, kita sudah bergerak,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat meninjau lokasi menyebut kejadian amblas di kawasan Jembayan tersebut merupakan kejadian ketiga. Dua kejadian sebelumnya juga telah mendapat penanganan dari pihak balai karena ruas tersebut berstatus jalan poros nasional.

Sambil menunggu penanganan, arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif. Kendaraan besar diarahkan menggunakan jalur seberang, sementara jalur alternatif di belakang lokasi disiapkan untuk kendaraan dengan ukuran lebih kecil. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara