PROKAL.CO, TENGGARONG – Suara retakan terdengar dari badan jalan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), sejak malam sebelum ruas tersebut amblas pada Sabtu (15/8/2026). Saat sebagian warga menjalankan salat Subuh, badan jalan perlahan turun hingga akhirnya akses utama penghubung Tenggarong, Loa Janan, Samarinda hingga Balikpapan terputus.
Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, Roziqin, mengatakan suara retakan sudah terdengar sejak malam. Penurunan badan jalan kemudian terjadi sekitar waktu Subuh.
“Pas Subuh. Jadi, orang pas Subuhan itu kan mulai dia turun. Pas malam itu sudah bunyi, ada suara retak. Pas Subuhnya itu langsung turun (ambles) jalannya,” kata Roziqin, Sabtu (15/8/2026).
Roziqin memperkirakan badan jalan mulai mengalami penurunan sekitar pukul 04.30 hingga 05.00 WITA. Saat itu, kendaraan masih sempat melintas meski kondisi badan jalan mulai berubah.
“Sekitar jam setengah lima, jam lima,” ujarnya.
Seiring penurunan badan jalan semakin parah, akses kemudian ditutup total untuk mencegah kendaraan melintas di ruas yang membahayakan tersebut.
Kondisi itu juga membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi mulai dihantui kekhawatiran. Salah satunya Mala, yang rumahnya berada di kawasan terdampak.
Mala mengaku takut melihat kondisi jalan yang terus mengalami penurunan. Ia bahkan berencana sementara meninggalkan rumah dan tinggal di rumah lainnya bersama anak-anak.
“Ada rasa takut juga. Rencananya saya mau pindah dulu ke rumah yang satunya bersama anak-anak,” kata Mala.
Tak hanya akses perjalanan, penutupan jalan juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Mala yang menjalankan usaha dari rumah mengaku harus mempertimbangkan menutup sementara usahanya.
“Mau tidak mau harus tutup. Kalau tidak jualan dari rumah, bingung juga, karena kebutuhan tetap harus dipenuhi,” ujarnya.
Warga kini masih menunggu penanganan lanjutan terhadap badan jalan yang amblas. Sementara akses utama ditutup dan jalur alternatif disiapkan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri sebelumnya meminta warga sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan dan mengamankan barang-barang penting dari rumah.
Bahkan, warga di sekitar titik longsor disarankan tidak tidur di rumah pada malam hari sebagai langkah antisipasi jika terjadi pergerakan tanah atau longsor susulan. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co