Asap Karhutla Mulai Kepung Permukiman Pendingin Sangasanga, Warga Diminta Waspada

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:11 WIB
Pemandangan dampak Karhutla di Kelurahan Pendingin, Sangasanga (Istimewa)
Pemandangan dampak Karhutla di Kelurahan Pendingin, Sangasanga (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar). Api di kawasan tersebut kini dilaporkan semakin mendekati permukiman dan membuat kabut asap mulai dirasakan warga.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Sangasanga, Taufik, mengatakan kondisi karhutla di Pendingin saat ini cukup mengkhawatirkan. Titik api disebut hanya berjarak beberapa ratus meter dari rumah warga.

“Kondisinya sudah darurat asap. Karena titik api sudah dekat dengan permukiman, jaraknya ratusan meter aja," ujar Taufik, Selasa (18/8/2026).

Luas lahan yang terbakar disebut telah mencapai puluhan hektare. Semakin dekatnya titik api dengan permukiman membuat kabut asap kian terasa di lingkungan warga.

“Titik api sudah mendekati pemukiman, tetapi dari tim Damkar, perusahaan, dan relawan lainnya terus memberikan dukungan untuk penanganan,” katanya.

Sedikitnya empat RT di Kelurahan Pendingin berpotensi terdampak apabila kebakaran terus meluas. Kondisi tersebut membuat warga di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan api dan asap.

Karhutla di Pendingin terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kaltim, menghadapi periode kemarau dengan kondisi yang semakin kering. BMKG pada pertengahan Agustus 2026 mencatat curah hujan kategori rendah mendominasi 90,79 persen wilayah Indonesia pada Dasarian I Agustus, sementara fenomena El Niño terus menguat.

BMKG juga sebelumnya memperingatkan kondisi hari tanpa hujan yang semakin panjang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla. Puncak musim kemarau pada Agustus 2026 diprediksi mencakup sebagian besar wilayah Indonesia.

Di tengah kondisi terbaru tersebut, anggota DPRD Kukar Dapil IV Rahmat Dermawan mengatakan sebelumnya mendapat informasi bahwa kebakaran di Pendingin sempat berhasil diatasi. Namun, ia mengaku belum menerima perkembangan terbaru terkait kondisi karhutla pada Selasa (18/8/2026).

Rahmat menilai karhutla merupakan bencana yang membutuhkan dukungan bersama, terutama untuk memperkuat penanganan di lapangan.

“Pada prinsipnya, ini merupakan bencana. Kebakaran terjadi di mana-mana dan teman-teman di lapangan masih membutuhkan dukungan, baik dari sisi peralatan maupun kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Politisi muda PDI Perjuangan ini berencana berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan BPBD untuk melihat kebutuhan penanganan sekaligus bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat terdampak.

“Saya akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, atau BPBD untuk melihat apa yang bisa dikolaborasikan dalam membantu masyarakat,” tuturnya.

Rahmat menambahkan, dukungan terhadap penanganan karhutla di Pendingin juga telah dilakukan melalui penambahan satu armada baru. Armada tersebut kini digunakan untuk membantu petugas menangani kebakaran di lapangan.

“Untuk kondisi di sana, tahun ini kami juga sudah mendukung penambahan satu armada baru melalui kolaborasi. Armada tersebut sekarang digunakan untuk membantu penanganan di sana,” pungkasnya.

Dengan titik api yang semakin mendekati permukiman dan empat RT berpotensi terdampak, penanganan karhutla kini tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Keselamatan warga dan dampak kabut asap menjadi perhatian utama di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara