PROKAL.CO, TENGGARONG – Kekeringan mulai berdampak pada lahan pertanian di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi tersebut mendorong Kodim 0906/Kutai Kartanegara menyiapkan usulan pembangunan infrastruktur pengairan untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman mengatakan kebutuhan pengairan di Bukit Biru akan kembali didata dan dimasukkan dalam usulan program. Sebelumnya, wilayah tersebut memang telah menyampaikan kebutuhan infrastruktur kepada Kodim, tetapi pengajuan awal berfokus pada pembangunan jembatan.
“Memang ada program salah satunya kompanisasi, dan kemarin memang sudah kita data. Jadi, kita data hanya mungkin kalau Bukit Biru kemarin sudah datang ke kita, lurahnya minta jembatan,” jelas Benny, Rabu (19/8/2026).
Pengajuan pembangunan jembatan tersebut kemudian dapat dimasukkan melalui program Jembatan Garuda.
Sementara kebutuhan pengairan untuk mendukung lahan pertanian belum masuk dalam pengajuan awal. Benny memastikan usulan tersebut akan kembali diproses agar kebutuhan petani di tengah kondisi kering dapat ditangani melalui program pemerintah.
“Ada dua jembatan di Bukit Biru, terkait pengairan Insya Allah nanti akan kita coba input, kita laporkan ke pusat,” katanya.
Menurut Benny, kebutuhan infrastruktur pengairan juga muncul di sejumlah wilayah lain di Kukar. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Sangasanga, Loa Kulu dan Muara Jawa.
“Untuk pengairan ada di Sangasanga. Ada satu, kemudian di Sungai Payang kita sedang ajukan, kemudian di Muara Jawa ini sedang kita proses ajukan,” sebutnya.
Benny menjelaskan, belum masuknya pengairan Bukit Biru dalam usulan sebelumnya bukan berarti kebutuhan tersebut luput dari perhatian. Pada pengajuan awal, informasi yang diterima Kodim dari pemerintah kelurahan memang hanya berkaitan dengan kebutuhan jembatan.
“Karena kemarin memang Bukit Biru di awal kemarin hanya pengajuan jembatan saja. Nanti akan kita coba input, kita laporkan ke pusat,” jelasnya.
Ia menyebut program untuk mendukung kebutuhan pengairan sebenarnya telah tersedia. Namun, kebutuhan setiap wilayah harus didata dan disampaikan agar dapat dimasukkan ke program yang sesuai.
"Memang sudah diantisipasi sebetulnya. Hanya kemarin pada saat untuk Bukit Biru belum ter-input, karena pada saat di awal pengajuan hanya jembatan saja,” ungkap Benny.
Kodim 0906/Kutai Kartanegara juga membuka kesempatan bagi pemerintah desa dan kelurahan yang menghadapi persoalan serupa untuk menyampaikan kebutuhan infrastrukturnya.
“Akan kita coba input kembali,” sebutnya. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co