Jalan Utama Muara Muntai Putus akibat Longsor, Akses ke Samarinda Terhenti

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Jalan utama Muara Muntai menuju Samarinda di Oloy, Desa Kayu Batu yang longsor (Istimewa)
Jalan utama Muara Muntai menuju Samarinda di Oloy, Desa Kayu Batu yang longsor (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Warga Muara Muntai kini menghadapi putusnya akses utama menuju Kota Samarinda setelah badan jalan di Dusun Oloy, Desa Kayu Batu, longsor pada Selasa (25/8/2026) dini hari. Kondisi itu membuat kendaraan roda empat belum dapat melintas, sementara pemerintah kecamatan masih mencari jalur sementara agar mobilitas warga tetap berjalan.

Camat Muara Muntai Mulyadi mengatakan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses darat utama dari wilayah Muara Muntai menuju arah Kota Samarinda.

“Kejadiannya tadi malam, jalan itu putus karena longsor. Perkiraan kejadiannya sekitar jam tiga atau jam empat dini hari,” kata Mulyadi.

Lokasi longsor berada di Desa Kayu Batu. Panjang badan jalan yang terdampak diperkirakan mencapai 7 hingga 10 meter.

Kondisi di lapangan membuat belum ada jalur pengalihan yang bisa digunakan masyarakat. Pemerintah kecamatan kini mengupayakan pembuatan jalan sementara di sekitar lokasi yang dinilai aman bagi kendaraan.

“Untuk saat ini memang tidak ada pengalihan karena belum ada jalan untuk mengalihkan ke arah mana, tidak bisa. Cuma kita sedang upayakan hari ini untuk membuat jalan di sampingnya atau di mana, jalan itu nanti yang tidak membahayakan kendaraan sepeda motor maupun mobil,” jelasnya.

Selain pembuatan jalur darurat, pemerintah juga menunggu bantuan peralatan dari PT JMS untuk menangani badan jalan yang longsor. Peralatan tersebut diharapkan dapat segera digunakan untuk membuka kembali akses masyarakat.

Mulyadi menyebut sempat muncul wacana menggunakan feri sebagai alternatif penyeberangan. Namun, opsi tersebut juga menghadapi kendala karena kondisi kemiringan sungai di sekitar lokasi.

“Ada juga wacana dari masyarakat untuk menggunakan feri, tapi kalau menggunakan feri juga agak kesulitan, karena kemiringan sungai yang ada ini sudah lumayan miring,” ujarnya.

Untuk sementara, kendaraan roda empat belum dapat melewati lokasi longsor. Mulyadi juga meminta pengendara sepeda motor tidak memaksakan diri melintas sebelum kondisi dinyatakan aman.

Menurutnya, kondisi jalan cukup rawan karena sebagian besar badan jalan telah terdampak longsor dan lokasinya berada di tepian sungai.

“Karena dari kondisi jalan yang ada ini, hampir badan jalan itu sudah habis. Apalagi kondisi ini di pinggir sungai. Rata-rata Muara Muntai itu kan posisinya di pinggir sungai,” jelas Mulyadi.

Pemerintah kecamatan kini menunggu kedatangan alat berat untuk mempercepat penanganan. Excavator dan truk akan digunakan untuk mengondisikan badan jalan agar akses dapat dibuka kembali.

“Yang paling utama jalan itu bisa dilewati oleh masyarakat, minimal sepeda motor dulu supaya bisa lalu-lalang,” ujarnya.

Mulyadi mengimbau masyarakat bersabar dan tidak memaksakan diri melewati lokasi sebelum jalur dinyatakan aman. Penanganan dilakukan bersama pemerintah desa, kecamatan, Forkopimda hingga pihak perusahaan.

“Kita melibatkan beberapa elemen, dari pihak masyarakat desa maupun kecamatan, Forkopimda, serta dari pihak perusahaan yang ada. Salah satunya PT JMS siap membantu kita,” katanya.

Ia meminta pengendara yang nantinya melintas tetap berhati-hati, terutama jika kondisi jalan sementara belum sepenuhnya stabil.

“Kalau memang belum bisa dipaksakan, tolong untuk pengertian dari pihak masyarakat sendiri, karena kita ini sedang berupaya untuk memperbaiki jalan itu supaya bisa dilewati,” pungkas Mulyadi. (moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara