Kegiatan bertajuk Mujahadah Rubu’ussanah itu digelar Yayasan Perjuangan Wahidiyah Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara. Jamaah dari berbagai wilayah di Kukar turut mengikuti rangkaian pembacaan Sholawat Wahidiyah, mujahadah, tausiyah hingga doa bersama.
Tema yang diusung yakni “Dengan Bermujahadah Kita Mensucikan Diri, Fafirruu Ilallah wa Rasulihi SAW dan Menjalin Ukhuwah demi Keberkahan dan Ridho Allah SWT.”
Ketua PW Perjuangan Wahidiyah Kabupaten Kutai Kartanegara M. Toha Suwarto mengajak jamaah menjaga keistiqamahan dalam bermujahadah. Menurutnya, amalan tersebut tidak hanya dilakukan secara berjamaah, tetapi juga dapat dilaksanakan secara pribadi.
“Semoga melalui mujahadah kita senantiasa diberikan kekuatan untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta terus menjaga kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan. Ketua Takmir Masjid Baiturrahim Loa Ipuh Ahmad Saifudin juga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap masjid dapat terus menjadi ruang bagi kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Memasuki acara inti, Mujahadah Rubu’ussanah dipimpin Hj. Malikatul Luthfi, S.Sy., selaku petugas Da’iyah dari Pusat. Ia sekaligus menyampaikan tausiyah kepada para jamaah.
Mujahadah Rubu’ussanah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali secara berjamaah oleh pengamal Wahidiyah. Selain menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual, kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi dan ukhuwah antarpengamal.
Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan perjuangannya. Sementara peringatan HUT RI ke-81 diisi dengan doa bagi keselamatan, persatuan, kedamaian dan keberkahan bangsa Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar diberikan kejernihan hati, kekuatan menjalani kehidupan serta keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.
Doa juga ditujukan bagi bangsa Indonesia agar dijauhkan dari perpecahan, bencana dan berbagai persoalan yang dapat mengganggu persatuan serta kedamaian masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Hj. Malikatul Luthfi. Yayasan Perjuangan Wahidiyah Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara berharap agenda tersebut dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap tiga bulan sesuai jadwal DPPW.
Keberlanjutan mujahadah diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual sekaligus memperkuat ukhuwah serta kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh keberkahan. (moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co