ISPU Tenggarong Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, BPBD Turun Bagikan Masker

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 18:46 WIB
Pembagian masker gratis oleh BPBD Kukar di Simpang Tiga Kumala (Elmo/Prokal.co)
 Pembagian masker gratis oleh BPBD Kukar di Simpang Tiga Kumala (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Kabut asap yang menyelimuti Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan perlu mendapat perhatian lebih. Kondisi itu tergambar dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang tercatat mencapai 210,5 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, Kamis (17/9/2026).

Pembagian masker dilakukan di empat titik yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, Simpang tiga Kumala, dan Simpang empat Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

Di Simpang tiga Kumala, Jalan K.H. Ahmad Muksin, Kelurahan Melayu, Tenggarong, petugas BPBD bersama sejumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) membagikan masker kepada pengendara yang melintas.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kukar Sigit Imam Prasetyo mengatakan sekitar 5.000 masker disiapkan untuk kegiatan tersebut.

“Pembagian masker hari ini kita ada empat titik mungkinan ya, ada di SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, di Simpang tiga Kumala dengan Simpang empat Unikarta,” kata Sigit.

Menurutnya, angka ISPU mencapai 210,5 menunjukkan kondisi udara di Tenggarong sudah berada pada kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut berkaitan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar. Hujan yang sebelumnya turun justru membuat kepulan asap menjadi lebih pekat.

“Ini dampak akibat karhutla, kan karena kemarin ada hujan. Hujan jadi menimbulkan asap yang pekat,” jelasnya.

BPBD memperkirakan kabut asap masih berpotensi menyelimuti Tenggarong dalam dua hingga tiga hari ke depan. Namun, kondisi tersebut sangat bergantung pada cuaca, terutama kemungkinan turunnya hujan.

“Ini kemungkinan kita perkirakan ya mungkin sampai dua atau tiga hari. Kita lihat kondisinya kalau hujan lagi kemungkinan bisa cepat lah ini berkurang,” ujarnya.

Hingga Kamis, hujan diharapkan membantu mengurangi kepadatan asap belum kembali turun.

Di tengah kualitas udara yang memburuk, BPBD Kukar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar juga diminta menggunakan masker, terutama ketika kabut asap masih terlihat pekat.

Pembagian masker tersebut menjadi salah satu langkah perlindungan masyarakat sembari BPBD memantau perkembangan kondisi udara dan situasi karhutla di wilayah Kukar. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara