PROKAL.CO, TENGGARONG – Akses jalan di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, yang terdampak longsor kini mulai pulih. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama pemerintah kecamatan dan desa telah membangun badan jalan alternatif yang kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar M. Aidil mengatakan, pembukaan akses alternatif menjadi salah satu langkah penanganan setelah longsor melanda kawasan tersebut.
“Terkait longsor di Jembayan, Dusun Margasari, kami dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Pemerintah Kecamatan Loa Kulu dan Desa Jembayan sudah membuat badan jalan alternatif. Saat ini jalan tersebut sudah bisa dilewati kendaraan roda empat,” kata Aidil.
Di sisi lain, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi longsor. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan relokasi maupun rehabilitasi rumah yang masih memungkinkan untuk ditempati.
Aidil menyebut, pendataan dilakukan oleh Dinas Perkim bersama konsultan untuk memastikan kondisi rumah dan tingkat kerawanan di kawasan terdampak.
“Untuk rumah-rumah yang berada di lokasi longsor, saat ini masih dalam tahap pendataan. Hasil identifikasi dari Dinas Perkim bersama konsultan nantinya akan disampaikan kepada pemerintah desa untuk menentukan langkah penanganannya,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan mengenai relokasi atau rehabilitasi belum dapat ditetapkan sebelum hasil identifikasi selesai. Pemerintah juga akan berkomunikasi dengan pemilik rumah untuk membahas langkah yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Apakah nantinya direlokasi atau masih memungkinkan untuk tetap ditempati dan dilakukan rehabilitasi, itu akan kami lihat berdasarkan hasil identifikasi,” jelasnya.
Aidil menegaskan, kondisi kawasan yang dinilai cukup rawan menjadi perhatian dalam menentukan keselamatan warga. Karena itu, pemerintah akan berupaya mencari penanganan yang tepat sembari berkoordinasi dengan masyarakat terdampak.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan berkomunikasi dengan pemilik rumah, karena melihat kondisi saat ini cukup rawan apabila warga tetap bertahan di lokasi tersebut,” ungkapnya.
Adapun jumlah rumah yang terdampak longsor hingga kini belum dapat dipastikan. Tim di lapangan masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan jumlah bangunan maupun tempat tinggal yang terkena dampak.
“Untuk jumlah rumah yang terdampak, saat ini masih dalam proses pendataan dan verifikasi. Teman-teman sudah turun ke lapangan untuk memastikan rumah atau tempat tinggal yang terdampak longsoran tanah. Jadi, untuk angka pastinya belum bisa kami sampaikan karena masih dalam tahap verifikasi,” pungkas Aidil. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co