PROKAL.CO, TENGGARONG – Rentetan kebakaran permukiman di Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong DPRD setempat mengevaluasi keamanan instalasi listrik bersama PT PLN. Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan, pihaknya akan menelusuri persoalan kelistrikan, mulai dari kondisi kabel yang sudah tua hingga gangguan listrik yang dikeluhkan masyarakat.
Langkah itu mengemuka setelah kebakaran di Gang Karya, Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Selasa (13/10) malam, menewaskan tiga orang, termasuk dua anak, dan menghanguskan 11 bangunan. Kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan korsleting listrik, tetapi penyebab pastinya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ahmad Yani mengatakan, kejadian berulang ini harus menjadi perhatian bersama. Menurut dia, pencegahan kebakaran tidak cukup hanya melalui imbauan untuk berhati-hati menggunakan kompor dan gas, tetapi juga harus menyentuh keamanan instalasi listrik di rumah warga.
“Kabel-kabel yang sudah tua, berumur, dan tidak layak digunakan harus menjadi perhatian. Pemerintah perlu menyikapi persoalan ini, termasuk memastikan instalasi listrik benar-benar aman,” ujarnya saat meninjau lokasi kebakaran, Jumat (16/10/2026).
Bersama Wakil Ketua DPRD Kukar Aini Faridah, Ahmad Yani sebelumnya juga meninjau lokasi kebakaran dan menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak. Namun, menurut dia, penanganan setelah kejadian perlu diikuti langkah pencegahan agar musibah serupa tidak terus berulang.
DPRD, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan PLN untuk menelusuri kemungkinan persoalan pada instalasi dan fasilitas kelistrikan yang berpotensi memicu kebakaran. Evaluasi diperlukan agar kondisi kabel maupun komponen listrik yang sudah tidak layak dapat menjadi perhatian sebelum menimbulkan risiko lebih besar.
“Kami di DPRD akan mencoba mencari cara untuk mengintervensi persoalan instalasi dan fasilitas kelistrikan ini, termasuk komponen-komponen yang ada di dalamnya, bersama PLN. Sebab, kejadian kebakaran yang diduga berkaitan dengan arus pendek sudah berulang kali terjadi,” tegasnya.
Selain risiko kebakaran, Ahmad Yani juga menyoroti keluhan warga mengenai pemadaman listrik berulang. Ia menyebut ada masyarakat yang mengeluhkan pemadaman bergilir hingga peralatan elektronik mereka mengalami kerusakan.
Karena itu, DPRD ingin persoalan kelistrikan ditelusuri secara menyeluruh, tidak hanya terkait penyaluran listrik, tetapi juga kondisi fasilitas dan infrastruktur yang digunakan. Koordinasi dengan PLN diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai persoalan yang perlu dibenahi sekaligus mencegah gangguan serupa.
“Ke depan, Insya Allah DPRD akan melakukan penelusuran langsung dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN. Kita ingin persoalan ini dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Di sisi lain, Ahmad Yani menegaskan warga yang terdampak kebakaran perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan. DPRD masih berkoordinasi terkait bantuan lanjutan, termasuk kemungkinan upaya penyediaan rumah pengganti bagi warga yang membutuhkan.
Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, mulai dari sosialisasi pencegahan hingga dukungan fasilitas pemadam. Menurut dia, musibah di Loa Ipuh harus menjadi bahan evaluasi bersama agar perlindungan terhadap masyarakat dapat ditingkatkan. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co