Tak Cukup Bergerak saat Api Membesar, Wabup Kukar Minta OPD Perkuat Mitigasi

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin (Istimewa)
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Pencegahan kebakaran di Kutai Kartanegara (Kukar) diminta diperkuat hingga tingkat rukun tetangga (RT). Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan para camat mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), patroli malam, serta mitigasi bencana, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Instruksi ini menjadi perhatian setelah kebakaran di Gang Karya, Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, merenggut nyawa seorang ayah dan dua anaknya. Tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya melindungi warga tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi harus dimulai dengan mengenali dan mengantisipasi potensi bahaya sejak dini.

“Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” ujar Rendi, Jumat (15/10/2026).

Ia meminta OPD teknis memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan pengurus RT agar langkah pencegahan berjalan terarah dan melibatkan masyarakat. Pengaktifan siskamling dan patroli malam diharapkan membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, sekaligus mempercepat penyampaian informasi ketika muncul potensi bahaya.

Selain pengawasan lingkungan, edukasi mengenai penyebab kebakaran juga perlu diperkuat. Warga diminta lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik, penggunaan kompor, serta sumber risiko lain di sekitar rumah.

“Keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi fokus kita hari ini,” tegasnya.

Menurut Rendi, keterlibatan pemerintah hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat penting agar potensi bahaya dapat dikenali lebih awal. Camat, lurah, dan pengurus RT diharapkan tidak hanya meneruskan imbauan, tetapi turut memastikan upaya pencegahan berjalan di lingkungan masing-masing.

Perhatian juga diarahkan pada kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Rendi meminta pemerintah daerah memperkuat dukungan kepada petugas dan relawan, termasuk Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakarcana), melalui penyediaan peralatan, pelatihan, perlindungan, dan kesiapan operasional.

“Peralatan harus memadai dan para relawan harus didukung,” katanya.

Ia menilai kebutuhan tersebut perlu menjadi perhatian dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Kesiapan peralatan serta kemampuan petugas dan relawan menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi.

Rendi mengingatkan OPD dan camat agar tidak menunggu musibah berikutnya untuk mengambil langkah. Koordinasi lintas pemerintahan, kesiapsiagaan petugas, dan partisipasi masyarakat harus berjalan beriringan untuk menekan risiko kebakaran serta melindungi keselamatan warga.

“Jangan menunggu musibah terjadi baru kita bergerak. Setiap menit sangat berarti dan setiap nyawa harus kita lindungi,” pungkasnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara