Donasi Korban Kebakaran RT 33 Melayu Tenggarong Ditutup, Rp939,5 Juta Disalurkan

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:55 WIB
Penyaluran bantuan dana terkumpul kepada warga terdampak kebakaran RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
Penyaluran bantuan dana terkumpul kepada warga terdampak kebakaran RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sebelas hari setelah kebakaran melanda RT 33 Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, pada 5 Oktober lalu, penggalangan donasi bagi warga terdampak resmi ditutup, Jumat (16/10/2026). Total bantuan yang terkumpul mencapai Rp939.546.000 dan disalurkan kepada warga di Kantor Lurah Melayu, Jalan Muso Bin Salim.

Lurah Melayu Muhammad Hafidz mengatakan, bantuan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya terdampak kebakaran. Penyaluran kali ini sekaligus menandai berakhirnya penerimaan donasi, baik berupa uang tunai maupun bantuan logistik.

“Untuk donasi, per pukul 12.00 siang tadi, hari Jumat, kami menyatakan penerimaan donasi logistik dan donasi berupa uang tunai ditutup,” kata Hafidz.

Ia menjelaskan, total tersebut merupakan hasil pengumpulan donasi sejak beberapa hari setelah kejadian hingga Kamis (15/10/2026). Dana kemudian disalurkan berdasarkan hasil pendataan dan kesepakatan mengenai kategori penerima bantuan.

Sebanyak 35 rumah menerima bantuan masing-masing Rp24 juta. Sementara itu, warga yang tinggal dengan menyewa atau mengontrak memperoleh kompensasi Rp3,7 juta per pintu untuk membantu kebutuhan menyewa tempat tinggal sementara. Penghitungan tetap berdasarkan pintu rumah, meskipun dalam satu pintu terdapat dua kepala keluarga (KK).

Selain itu, terdapat empat kategori rumah dengan dampak ringan yang menerima bantuan dengan total Rp1.761.500 sesuai kesepakatan penyaluran hari itu.

“Sebanyak 35 rumah mendapatkan bantuan, dengan masing-masing rumah memperoleh Rp24 juta. Untuk penyewa atau yang mengontrak, mendapatkan kompensasi saja,” jelasnya.

Sebelum penyaluran bantuan uang, dukungan kepada warga juga dilakukan melalui bantuan kebutuhan pokok. Hafidz menyebut, selama masa penanganan pascakebakaran, telah dilakukan 11 kali penyaluran sembako kepada warga terdampak. Bantuan logistik yang masuk bahkan mencukupi kebutuhan warga.

Salah seorang penerima bantuan, Iliansah, mengatakan dirinya menerima bantuan Rp24 juta untuk rumah pribadi yang terdampak kebakaran. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kelurahan dan berbagai pihak yang membantu warga sejak kejadian.

“Alhamdulillah, kalau untuk sembako cukup, bahkan ada kelebihan,” ujarnya.

Setelah penyaluran bantuan darurat dan penutupan donasi, penanganan akan berlanjut ke tahap berikutnya. Hafidz mengatakan, sisa donasi yang tersedia akan dialihkan untuk membantu korban kebakaran di Loa Ipuh dengan persetujuan warga RT 33.

Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah berencana menata ulang kawasan terdampak kebakaran. Kecamatan akan mengoordinasikan dinas dan instansi terkait, di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, pemadam kebakaran, PDAM, serta PLN.

Setelah pembahasan internal, rencana penataan ulang tersebut akan dimusyawarahkan bersama warga setempat. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan sekaligus meningkatkan keamanan permukiman ke depan.

Di sisi pencegahan, Kelurahan Melayu juga mulai menempatkan dua tandon air berkapasitas 5.500 liter di titik yang dinilai rawan, yakni RT 30 dan RT 3. Penempatan di RT 3 dipertimbangkan karena akses jalan di kawasan gang tersebut tidak memungkinkan mobil masuk ke permukiman.

Hafidz mengatakan, hampir seluruh wilayah Kelurahan Melayu yang terdiri atas 47 RT perlu mendapat perhatian karena kondisi permukimannya padat. Selain penempatan tandon, warga juga akan diimbau mengaktifkan kembali kegiatan jaga malam sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara