PROKAL.CO, TENGGARONG – Padi yang benihnya ditebar langsung di kawasan Danau Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), sempat memicu keraguan di media sosial. Kini, tanaman yang dibudidayakan dengan metode tanam benih langsung di air atau Tabela Dar itu segera memasuki masa panen.
Metode ini merupakan sebuah kearifan lokal yang tumbuh di wilayah hulu Kukar sejak lama. Dimana warga Semayang yang biasa menjadi nelayan—mendadak beralih profesi sebagai petani. Memanfaatkan kondisi kemarau panjang yang berlangsung sejak bulan September.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut, panen raya diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan ke depan. Pemerintah daerah telah berkoordinasi untuk menyiapkan kegiatan tersebut sekaligus melihat hasil penanaman yang sempat menjadi perhatian publik.
“Kami sudah berkoordinasi. Kemungkinan dua minggu lagi kita akan melaksanakan panen raya. Melalui kesempatan ini, kami juga ingin mengundang seluruh pihak untuk bersama-sama datang ke Semayang dan menyaksikan kegiatan panen raya padi yang sempat viral,” kata Aulia.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani menjelaskan, panen di Desa Semayang diperkirakan mulai berlangsung pada awal November dan berlanjut hingga pertengahan Desember 2026. Bahkan, panen bisa berlangsung sampai akhir Desember karena waktu tanam petani tidak serentak.
Pola tanam yang sporadis membuat usia tanaman di kawasan tersebut berbeda-beda. Petani mulai menebar benih ketika permukaan danau menyusut dan kondisi lahan dinilai memungkinkan untuk ditanami. Petani lain kemudian menyusul, sehingga waktu tanam maupun panennya tidak bersamaan.
“Ketika kondisi danau mulai mengering dan mereka melihat peluang untuk menanam, mereka mulai menanam. Setelah itu, tetangganya menyusul menanam. Jadi, waktunya berbeda-beda, tidak seperti persawahan yang jadwal tanamnya lebih teratur,” jelas Rifani.
Panen tidak hanya berlangsung di Semayang. Wilayah Melintang, Muara Wis diperkirakan mulai memasuki masa panen pada awal Desember 2026. Aktivitas penanaman padi juga terdapat di Desa Pela dan kawasan Jantur, di anak Danau Jempang.
Untuk mendukung penanaman di Semayang, pemerintah memberikan bantuan sekitar 1,5 ton benih. Jumlah serupa juga dialokasikan untuk Pela. Rifani menegaskan, bantuan tersebut bersifat stimulan karena masyarakat juga menanam secara swadaya dengan benih yang dibeli sendiri atau diperoleh dari petani lain.
Dari bantuan 1,5 ton benih di Semayang, perkiraan luas tanamnya sekitar 10 hingga 15 hektare. Namun, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan lahan yang ditanami masyarakat di kawasan danau.
Menurut Rifani, potensi produksi padi di Semayang cukup menarik karena petani menggunakan input yang relatif sedikit. Kondisi tanah yang mendapat sedimentasi dari danau juga dinilai mendukung pertumbuhan tanaman.
Meski demikian, produktivitas maupun total produksi belum dapat dipastikan. Distanak akan melakukan pengukuran melalui metode ubinan, yakni mengambil sampel hasil panen dari petak berukuran satu meter persegi. Hasil pengukuran itu digunakan untuk menghitung produktivitas dan memperkirakan produksi berdasarkan luas lahan.
Dampak musim kemarau terhadap hasil panen juga belum dapat dihitung secara menyeluruh. Tanaman yang ditanam sebelum Juli berpotensi mengalami penurunan produksi, sedangkan tanaman yang ditanam setelahnya diperkirakan masih relatif normal.
“Kita belum bisa memperkirakan pengaruh musim kemarau terhadap produksi secara keseluruhan karena masih ada beberapa lahan yang belum dipanen. Nanti setelah panen selesai dan hasil ubinan diketahui, baru kita bisa melihat apakah terjadi penurunan produksi atau tidak,” ujar Rifani.
Dengan jadwal panen yang mulai mendekat, hasil ubinan dan pendataan luas panen akan menjadi dasar untuk mengetahui sejauh mana potensi produksi padi di kawasan Danau Semayang. Panen ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat hasil metode Tabela Dar yang telah lama dipraktikkan masyarakat setempat dan kembali menjadi sorotan setelah penebaran benih oleh bupati. (adv/moe)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co