Inovasi Daerah Kukar Ditantang Tak Berhenti di Gagasan

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:10 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyerahkan penghargaan Inovasi Pekan Daerah 2025 (Elmo/Prokal.co)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyerahkan penghargaan Inovasi Pekan Daerah 2025 (Elmo/Prokal.co)


PROKAL.CO, TENGGARONG – Inovasi di lingkungan pemerintahan daerah tidak cukup hanya menghasilkan gagasan baru. Penerapannya menjadi tantangan berikutnya agar inovasi benar-benar mampu mempercepat pelayanan, mempermudah pekerjaan, dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu perhatian Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri saat membuka Pekan Inovasi dan Kreativitas Kukar 2026 di Aula Serbaguna Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema Inovasi Tanpa Eksekusi Hanya Sebuah Ilusi, ajang ini diikuti 25 peserta dari berbagai kategori.

Aulia Rahman Basri
Aulia Rahman Basri

Aulia mengatakan, tren inovasi di Kukar terus menunjukkan perbaikan. Namun, pengembangannya masih memerlukan pembenahan, terutama dari sisi regulasi agar inovasi dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Ke depan, kita berupaya melakukan pembenahan, terutama dari sisi regulasi. Salah satu target kami di sektor inovasi pemerintahan adalah meraih Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.

Menurut dia, inovasi dibutuhkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD), satuan pendidikan, puskesmas, hingga berbagai unit pelayanan lainnya. Penerapan inovasi diharapkan membuat pelaksanaan pekerjaan lebih cepat dan mudah, sekaligus membantu mencari solusi ketika menghadapi persoalan.

Namun, pengembangan inovasi tetap harus memperhatikan regulasi yang berlaku. Aulia berharap kerja bersama seluruh pihak dapat memperkuat inovasi daerah sekaligus mendukung upaya Kukar meraih IGA.

"Ketika menghadapi suatu masalah, kita juga perlu mencari inovasi sebagai solusi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan lebih baik. Namun, seluruh upaya itu tetap harus memperhatikan dan mematuhi regulasi yang berlaku," ucapnya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar Bahari Joko Susilo
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar Bahari Joko Susilo
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar Bahari Joko Susilo menjelaskan, Pekan Inovasi dan Kreativitas menjadi wadah untuk menginventarisasi sekaligus mengembangkan inovasi yang berasal dari perangkat daerah hingga masyarakat.

Salah satu tujuannya adalah mendata berbagai inovasi dan kreativitas agar dapat didaftarkan untuk memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Inovasi yang memenuhi kriteria juga diharapkan berpeluang mengikuti kompetisi di tingkat nasional.

Peserta tahun ini berasal dari kategori perangkat daerah, kecamatan, kelurahan dan desa, puskesmas, pemuda, serta mahasiswa di Kukar. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan seremonial, tetapi harus melalui sejumlah tahapan penilaian untuk menentukan inovasi terbaik pada setiap kategori.

Proses penilaian dimulai dari penginputan proposal inovasi secara daring, dilanjutkan observasi lapangan oleh tim penilai. Peserta yang masuk nominasi kemudian mengikuti presentasi dan wawancara yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

"Kita berharap inovasi yang sudah dibuat tidak hanya berhenti pada tahap penghargaan atau dokumentasi, tetapi benar-benar diterapkan dan berkelanjutan. Jangan sampai kita mengganti istilah atau nama inovasi, tetapi penerapannya justru berhenti," tegasnya.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi inovasi yang tidak hanya menawarkan gagasan baru, tetapi juga memiliki potensi penerapan dan manfaat nyata.
Pembukaan pekan inovasi tahun ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada 15 peserta pemenang Pekan Inovasi dan Kreativitas Kukar 2025 serta 10 inovator terbaik.

Melalui proses pendataan dan penilaian tersebut, pengembangan inovasi daerah diharapkan tidak berhenti pada munculnya ide maupun penghargaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi yang dinilai layak dapat diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara