Bentong Bakal Jadi Pusat Promosi Pariwisata dan Aktivitas Komunitas di Kukar

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 21:24 WIB
Jam Bentong Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
Jam Bentong Tenggarong (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Jam Bentong di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), disiapkan menjadi pusat promosi pariwisata sekaligus ruang kreatif bagi komunitas. Revitalisasi bangunan ini dirancang menghadirkan museum digital, sementara pemanfaatan awal mulai diarahkan untuk kegiatan podcast, promosi wisata, hingga aktivitas seni.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Awang Ivan Akhmad Yamani mengatakan, konsep museum digital Jam Bentong sebenarnya telah direncanakan sejak 2020. Museum tersebut nantinya menggunakan video wall yang ditampilkan melalui proyektor dengan tema yang dapat berganti sesuai kebutuhan.

“Jadi, pada saat kita masuk, temanya bisa berubah. Misalnya, saya bercerita tentang tema laut, setelah itu tema hutan. Seluruh video bisa kita atur sesuai dengan tema yang ingin ditampilkan,” ujarnya saat diwawancarai Senin (2/11/2026).

Menurut Ivan, pekerjaan revitalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) diperkirakan telah selesai. Namun, bangunan tersebut belum sepenuhnya diterima Dispar Kukar sehingga pemanfaatan dan perubahan tata ruang masih harus menyesuaikan kewenangan.

Sebelum dibenahi, Jam Bentong sempat menjadi gudang. Ivan menyebut, sejumlah barang di dalamnya hilang selama periode pembenahan pada 2021 hingga 2024. Bangunan itu kemudian kembali digunakan ketika menjadi sekretariat kegiatan KTNA pada 2025.

Pembenahan dilakukan melalui gotong royong karena saat itu belum tersedia anggaran khusus. Dispar Kukar juga mendapat bantuan dari PU melalui anggaran rehabilitasi tahunan, termasuk perbaikan bagian bangunan yang rusak dan bocor serta pemasangan kembali AC.

“Walaupun masih ada yang bocor, AC-nya juga dipasang lagi yang baru. Nah, sekarang tempat ini sudah bisa difungsikan,” katanya.

Ke depan, Jam Bentong akan dimanfaatkan sebagai media promosi pariwisata dengan melibatkan komunitas. Salah satu rencana yang mulai disiapkan adalah menjadikan bangunan tersebut sebagai ruang podcast.

Dispar Kukar, kata Ivan, telah memiliki peralatan podcast dari bidang ekonomi kreatif. Keberadaan peralatan dan tempat menjadi modal awal untuk membuka ruang aktivitas bersama komunitas.

“Kita punya tempat, kita punya komunitas. Bagaimana kita membuat tempat ini bisa digunakan oleh komunitas? Itu yang menjadi keuntungan hari ini. Kita akan mendiskusikan bagaimana pemanfaatannya,” jelasnya.

Selain podcast, Dispar Kukar juga pernah berdiskusi dengan komunitas Serapo mengenai rencana menghadirkan art center atau ruang seni yang dapat dikunjungi masyarakat.

Namun, konsep tersebut belum dapat diterapkan di Jam Bentong. Desain ruang yang berbentuk lorong dinilai kurang sesuai dengan konsep art center yang lebih terbuka. Perubahan tata ruang secara menyeluruh juga belum memungkinkan karena pekerjaan PU belum diserahterimakan.

Ivan menyebut, alternatif lain yang sempat dibahas adalah menyiapkan art space atau area khusus di Arbizz untuk menjadi etalase produk kreatif. Namun, rencana tersebut membutuhkan anggaran tambahan.

Jika anggaran tersedia pada 2027, Dispar Kukar juga berencana menambah sejumlah fasilitas di Jam Bentong. Di antaranya, perbaikan toilet, pemasangan portal, serta pengadaan alat musik untuk mendukung kegiatan komunitas.

“Memang rencananya tempat ini akan digunakan sebagai ruang kreatif. Kalau sudah lengkap, alat band-nya nanti mungkin setiap sore bisa digunakan oleh komunitas,” ujarnya.

Jam Bentong juga berpotensi menjadi lokasi kegiatan komunitas. Ivan menyebut kapasitas listrik bangunan sangat tinggi dan memadai untuk kebutuhan sound system dalam penyelenggaraan event.

Komunitas yang ingin menggunakan tempat tersebut dapat mengajukan proposal kepada Dispar Kukar. Namun, pemanfaatan lebih lanjut tetap akan dibahas bersama, menyesuaikan kebutuhan kegiatan dan kesiapan fasilitas. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara