Efisiensi Bukan Penghambat Ekonomi Rakyat, Kukar Kaya Festival Tetap Bergulir di 2027

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 21:25 WIB
Perhelatan Pesta Laut Samboja 2026 di bulan Oktober kemarin (Istimewa)
Perhelatan Pesta Laut Samboja 2026 di bulan Oktober kemarin (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Antusiasme masyarakat dalam Pesta Laut Samboja pada Oktober 2026 menjadi salah satu alasan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan agenda Kukar Kaya Festival tetap berlanjut pada 2027. Pemerintah daerah menilai kegiatan berbasis budaya dan hiburan rakyat bukan sekadar ruang rekreasi, tetapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, penyusunan kalender event kabupaten untuk 2027 sedang dipersiapkan. Setelah rampung, pemerintah daerah akan melakukan verifikasi terhadap agenda yang akan dilaksanakan, termasuk kegiatan yang masuk dalam program Kukar Kaya Festival.

“Untuk agenda 2027, kami sudah meminta agar kalender event kabupaten segera diselesaikan. Setelah kalender event disusun, kami akan melakukan verifikasi kembali,” kata Rendi, Sabtu (31/10/2026).

Dia memastikan kegiatan Kukar Kaya Festival tetap berjalan, terutama event yang telah menjadi bagian dari program Kukar Idaman Terbaik. Meski kebijakan efisiensi anggaran berpotensi mengurangi kapasitas maupun skala kegiatan, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan penyelenggaraan festival.

Rendi menilai event rakyat memiliki manfaat ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat. Antusiasme warga saat Pesta Laut Samboja pada Oktober lalu, menurut dia, menunjukkan bahwa masyarakat merindukan kegiatan yang menghadirkan hiburan sekaligus membuka ruang bagi aktivitas ekonomi.

“Antusiasme masyarakat terhadap Pesta Laut luar biasa. Kegiatan seperti ini harus bisa dilaksanakan lagi di 20 kecamatan di Kutai Kartanegara, khususnya di Tenggarong,” ujarnya.

Keberlanjutan Kukar Kaya Festival juga sejalan dengan Misi 2 Kukar Idaman Terbaik yang diusung Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin. Misi tersebut menitikberatkan pengembangan hilirisasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai fondasi ekonomi baru non-ekstraktif.

Dukungan terhadap penyelenggaraan event juga tercantum dalam Program Dedikasi Stimulus Komunitas Kreatif. Program itu mencakup penyelenggaraan kontes karya ekonomi kreatif bertaraf nasional dua kali setahun di tingkat kabupaten, serta minimal satu event bertaraf nasional di setiap kecamatan.

Dalam penyusunan kalender event 2027, Rendi menyebut Erau menjadi agenda yang wajib dilaksanakan. Pemerintah daerah juga akan mengupayakan agar pelaksanaannya lebih meriah dan tetap masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

“Untuk kalender event, tentu Erau menjadi yang pertama dan wajib dilaksanakan tahun depan. Pelaksanaannya harus lebih meriah dan tetap masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Untuk masuk KEN itu tidak mudah, perjuangannya panjang. Karena itu, kita harus terus mengupayakannya,” tutup Rendi. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara