Gedung Ekraf Tenggarong Disiapkan Gratis untuk Komunitas, Bisa Jadi Ruang Event hingga Kantor

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 21:27 WIB
Gedung Ekraf Tenggarong (Elmo/Prokal.co)
Gedung Ekraf Tenggarong (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Komunitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kutai Kartanegara (Kukar) bakal mendapat ruang untuk mengembangkan aktivitas tanpa dibebani biaya pemanfaatan gedung. Gedung Ekonomi Kreatif di kawasan Tuah Himba, Kelurahan Timbau, Tenggarong, disiapkan menjadi wadah kegiatan sekaligus tempat berkantor bagi komunitas.

Fasilitasi tersebut merupakan bagian dari Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang digagas Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, melalui Program Stimulus Komunitas Kreatif. Gedung ini diarahkan menjadi ruang bersama bagi komunitas dari berbagai subsektor, mulai kuliner, kriya, fotografi hingga seni.

Kepala Bidang Pengembangan Ekraf Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Zikri Umulda mengatakan, konsep pengelolaan gedung memang ditujukan untuk membuka akses seluas-luasnya bagi komunitas. Mereka dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara gratis untuk beraktivitas maupun menyelenggarakan kegiatan.

“Gedungnya memang untuk komunitas beraktivitas. Semua komunitas bisa beraktivitas dan melakukan kegiatan di sana secara gratis,” ujarnya saat diwawancarai Senin (2/11/2026).

Menurut Zikri, fasilitas itu juga dapat dimanfaatkan komunitas untuk kegiatan yang memiliki nilai ekonomi. Komunitas diperbolehkan menjalankan aktivitas bisnis atau business to business (B2B) yang menghasilkan keuntungan, selama ekosistem ekonomi kreatif tetap berkembang.

“Gedungnya difasilitasi secara gratis untuk komunitas. Tetapi, pada saat komunitas itu ingin melakukan kegiatan yang memiliki unsur ekonomi, silakan. Kalau semuanya gratis, ekosistemnya tidak akan terbangun,” jelasnya.

Gedung Ekraf yang berada di kawasan Tuah Himba tersebut sebenarnya telah selesai dibangun. Namun, pemanfaatannya belum berjalan karena masih terdapat kebutuhan pengadaan peralatan dan fasilitas pendukung, termasuk aspek pengamanan.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menyebut, gedung tersebut seharusnya sudah dapat digunakan tahun ini. Pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian sejumlah kebutuhan sebelum gedung diresmikan dan difungsikan.

“Gedung itu sebenarnya sudah selesai dan tinggal diresmikan. Namun, ada beberapa kebutuhan pengadaan yang cukup penting untuk pengamanan yang belum dilaksanakan. Itu yang masih ditunggu,” kata Rendi, Jumat (30/10/2026) lalu.

Selain menjadi ruang aktivitas komunitas, gedung tersebut juga disiapkan untuk mendukung penyelenggaraan berbagai event. Rendi menyebut, fasilitas panggung dan videotron telah tersedia, sehingga gedung berpotensi dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan, termasuk acara pernikahan.

Dispar Kukar telah menyusun daftar kebutuhan peralatan untuk melengkapi gedung. Videotron, misalnya, dinilai penting sebagai media visual untuk menampilkan produk-produk ekonomi kreatif.

Namun, pengadaan peralatan masih menghadapi kendala efisiensi anggaran. Zikri mengatakan, pihaknya tengah membahas kemungkinan memperoleh dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif melalui koordinasi pemerintah daerah.

“Kita meminta bantuan dari kementerian melalui Pak Bupati. Jadi, OPD-OPD yang memang membutuhkan anggaran tambahan akan berkomunikasi lagi dengan kementerian melalui Pak Bupati,” ujarnya.

Kebutuhan lain yang turut menjadi perhatian adalah fasilitas kelistrikan dan kabel. Zikri menyebut, sejumlah kabel telah hilang sebelum gedung diserahkan kepada Dispar Kukar. Kehilangan itu terjadi pada masa transisi penyerahan bangunan.

“Kehilangan yang terjadi lumayan besar. Ini yang kita coba bicarakan ke Kementerian Ekraf untuk mendapat bantuan,” katanya.

Pemerintah daerah masih mengupayakan pemenuhan kebutuhan pendukung agar Gedung Ekraf dapat segera difungsikan. Dengan fasilitas tersebut, komunitas di Kukar diharapkan memiliki ruang bersama untuk berkegiatan, mengembangkan kreativitas, sekaligus membangun peluang ekonomi. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara