Program Petani Tangguh Kukar Sasar 32 Ribu Petani, Pelatihan dan Sekolah Lapang Diperluas

Elmo Satria Nugraha • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 17:51 WIB
Sekolah Lapang yang dilaksanakan Distanak Kukar (Istimewa)
Sekolah Lapang yang dilaksanakan Distanak Kukar (Istimewa)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Peningkatan kompetensi menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperkuat sektor pertanian. Melalui program dedikasi Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh Kukar Idaman Terbaik, pelatihan dan pendampingan terus dilakukan untuk mendorong petani lebih produktif.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar mencatat, sebanyak 505 petani telah mendapatkan pelatihan, sementara 656 orang mengikuti sekolah lapang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pembelajaran langsung dan pendampingan di lapangan.

Kepala Distanak Kukar Rifani melalui Kabid Usaha dan Penyuluhan, Erwin Surya Wirawan, mengatakan program tersebut sejalan dengan misi keenam Bupati dan Wakil Bupati Kukar periode 2025–2030, yakni mewujudkan petani, peternak, dan nelayan yang tangguh.

“Dari sisi Bidang Usaha dan Penyuluhan, kami memiliki sekitar 59 ribu petani yang tersebar di seluruh wilayah Kutai Kartanegara. Pendampingan dan peningkatan kompetensi petani yang kami lakukan di lapangan dikolaborasikan dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan penyuluh pertanian swadaya,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (5/11/2026).

Dalam program 100 ribu petani, peternak, dan nelayan produktif, Distanak Kukar mendapat porsi sasaran sebanyak 32 ribu petani selama lima tahun. Pelaksanaannya dilakukan bertahap melalui pelatihan, pendampingan, sekolah lapang, serta fasilitasi sarana dan prasarana pendukung.

Di tengah efisiensi anggaran pada 2025–2026, Distanak Kukar menjalankan sekolah lapang di enam kecamatan. Kegiatan ini melibatkan penyuluh dan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pertanian, termasuk penyesuaian terhadap kondisi iklim.

Erwin menjelaskan, sekolah lapang tidak hanya memberikan materi pembelajaran. Petani juga mendapat bahan praktik untuk mendukung kegiatan budidaya, mulai dari bibit, pupuk, pestisida hingga peralatan pertanian.

“Di Bidang Usaha dan Penyuluhan, kami memang fokus pada sumber daya manusia (SDM). Pendampingan yang kami lakukan berupa pelatihan. Pelatihan ini kami barengi dengan pemberian bahan praktik,” jelasnya.

Untuk komoditas tanaman pangan, kegiatan sementara difokuskan pada padi sebagai salah satu komoditas unggulan Kukar. Bibit yang digunakan di antaranya padi Inpari 32 dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Timur.

Metode tanam dalam sekolah lapang juga diselaraskan dengan program kementerian. Fasilitasi bahan praktik diberikan selama satu musim tanam, sehingga petani dapat menerapkan pembelajaran secara langsung di lahan.

Pemberian bahan praktik disesuaikan dengan jumlah peserta dan anggaran. Dalam satu kelas, jumlah peserta berkisar 20 hingga 25 orang. Bantuan diberikan secara kolektif per kelas, bukan per individu.

“Untuk bibit padi, kami memberikan lima kilogram. Kemudian, pestisida, pupuk, dan handsprayer juga diberikan. Kalau dikompresikan, dari lima kilogram bibit padi tadi, hasil demplotnya bisa untuk sekitar seperempat hektare,” paparnya.

Selain peningkatan kompetensi, Distanak Kukar juga memperkuat pendataan calon penerima program. Data petani dihimpun melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) yang memuat informasi kelompok hingga data nama dan alamat penerima.

Pendataan tersebut menjadi dasar untuk memilah penerima manfaat agar fasilitasi program dapat lebih tepat sasaran. Erwin menyebut, pelaksanaan program juga diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan pada 2027 melalui pemadanan data bersama Bappeda, Dinas Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Di 2027 ada untuk pengentasan kemiskinan. Polanya sama, untuk meningkatkan kompetensi dan dibarengi dengan data oleh Bappeda, Dinsos dan BPS. Di data itu nanti dilihat dari desil 1–3 ada 1.170,” ungkapnya.

Meski target program mencapai 32 ribu petani, pelaksanaan di lapangan masih menyesuaikan kemampuan anggaran. Pada 2026, Bidang Usaha dan Penyuluhan mencatat sekitar 155 petani telah terbiayai untuk kegiatan satu musim tanam.

Erwin mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi lintas bidang, penyuluh, serta dukungan dari pemerintah provinsi dan kementerian. Karena itu, pendataan kegiatan dari berbagai pihak menjadi penting untuk melihat perkembangan sasaran program secara menyeluruh.

Melalui pelatihan, sekolah lapang, pendampingan, dan dukungan sarana praktik, Distanak Kukar berharap kemampuan petani semakin meningkat. Penguatan SDM tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong produktivitas pertanian dan keberlanjutan sektor pangan di Kukar. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kutai kartanegara