PROKAL.CO, KUTAI TIMUR - Akibat aktivitas pertimbangan batubara, kebun kelapa sawit dan Hutan Taman Industri, membuat habitat satwa orangutan semakin berkurang di Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur. Dampak dari kondisi tersebut, orangutan setiap harinya masuk dan mencari makan di Desa Tebangan Lembak Bengalon. Masyarakat pun meminta instansi pemerintah terkait turun tangan menangani masalah tersebut.
"Kami meminta ada orang kehutanan (instansi pemerintah terkait) untuk menangkap dan memindahkan orangutan. Karena, banyak sekali tanaman buah-buahan kami yang diambil dan tidak tersisa lagi," kata Ramli, salah satu warga Desa Tebengan Lembak, Sabtu 20 Juni 2026.
Letak Desa Tebangan Lebak berjarak 10 kilometer dari jalan poros pusat Bengalon. Kondisi desa ini belum teraliri jaringan listrik PLN dan kesulitan sumber air bersih. Jaringan sinyal telekomunikasi juga tidak ada menyulitkan warga berkomunikasi dengan dunia luar.
Ramli menyebut orangutan setiap hari mencari makan di kebun milik warga sejak tambang batubara hadir di dekat Desa Tebangan Lebak. Apalagi, hutan dan sekitar desa sudah menghilang akibat tambang.
"Jadi, kami mau menembak orangutan, juga salah. Ada beberapa kali orangutan ada di dekat rumah, tapi saya tidak tahu nomor telepon orang dari kehutanan (instansi pemerintah terkait) untuk melapor. Jangan sampai, kita membunuh orangutan, nanti jadi masalah," jelasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria