PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Para penghobi burung tentu tak hanya memelihara satu dua jenis burung. Lebih dari itu.
Berikut adalah lima jenis burung yang banyak diminati penghobi di Kalimantan Timur (Kaltim) versi pemain burung di Balikpapan, Bely Siswoko.
Ditambah dengan pakan extra fooding, seperti jangkrik, kroto, hingga ulat Hongkong.
2. Cucak Ijo
Perkiraan harga untuk bakalan trotol (anakan yang bulunya belum mutasi sempurna) Rp 300-500 ribu.
Sementara bakalan nopeng (burung cucak ijo dewasa yang baru ditangkap di hutan) perkiraan harganya Rp 700 ribu hingga Rp 1 jutaan.
Cucak ijo sebenarnya termasuk burung yang dilindungi akan tetapi saat ini masih bisa dibeli di kios-kios burung dari hasil tangkapan di hutan meskipun agak langka yang di jual di kios-kios.
Harga tertinggi cucak ijo di arena lomba daerah di Kaltim pernah Rp 80 juta (ini transaksi yang pernah diketahui para penghobi burung).
Bisa jadi ada yang lebih mahal namun tidak diketahui saat jual-belinya.
Burung cucak ijo termsuk endemik lokal Kalimantan. Contoh endemik cucak ijo yang terkenal di antaranya di Berau, Sangkulirang, Tarakan, dan Balikpapan.
Perawatan cucak ijo tidak terlalu mahal. Pakan utamanya hanya buah-buahan, seperti pisang gepok, pepaya serta tambahan extra fooding, seperti jangkrik, kroto, hingga ulat Hongkong.
3.Kacer
Harga kacer anakan yang masih belum mandiri makan Rp 100-200 ribu.
Kacer bakalan dewasa kisaran Rp 300-700 ribu. Ini untuk kacer dahit atau dada hitam.
Sementara kacer daput atau dada putih herga anakan belum mandiri lebih mahal Rp 400-700 ribu, sedangkan dewasa bahan kisaran Rp 500 ribu sampai Rp 1 jutaan.
Burung kacer bisa dibeli di kios-kios, banyak tersedia, tinggal pilih sesuai feeling pembelinya.
Hargat ertinggi burung kacer di perlombaan saya pernah Rp 55 juta.
Burung kacer dahit atau dada hitam endemik Kalimantan.
Sementara kacer daput atau dada putih bukan burung endemik Kalimantan, biasanya yang terkenal dari Jawa.
Perawatannya termasuk tidak mahal, karena pakan utamanya voer dan tambahan extra fooding, seperti jangkrik, kroto dan ulat Hongkong.
4.Murai Batu Medan
Perkiraan harga untuk anakan trorol (anakan yang bulunya belum mutasi sempurna) Rp 1-3 juta.
Burung ini bisa dibeli di kios-kios atau peternak langsung, karena murai batu Medan sudah banyak yang berhasil mengembangkannya.
Biasanya harga anakan murai batu Medan bergantung indukannya. Semakin bagus indukannya (jantan, pernah juara) maka semakin mahal pula harga anakannya.
Untuk harga tertinggi murai batu Medan khusus daerah Kalimantan masih jauh dibandingkan dengan di Jawa, karena murai batu Medan masih baru-baru mulai ramai di Kalimantan.
Harga tertinggi di Kalimantan pernah Rp 150 juta.
Angka itu bila dibandingkan dengan harga di Jawa masih jauh berbeda. Di Jawa bisa tembus miliaran rupiah.
Burung ini bukan endemik Kalimantan, karena asalnya dari Sumatra, Malaysia dan sebagian Jawa.
Perawatannya tergolong standar, tidak termasuk mahal. Makanan utamanya voer serta tambahan pakan extra fooding, seperti jangkrik, kroto, dan ulat Hongkong.
Perawatan burung cendet tergolong murah, makanan utamanya voer dan tambahan extra fooding jangkrik, kroto, dan ulat Hongkong. (bely/far)
Editor : Faroq Zamzami