Menjelang masa ujian, suasana kampus terasa berbeda. Dari ruang kelas hingga sudut-sudut kosan, para mahasiswa mulai menunjukkan "ritual" khas mereka masing-masing demi menghadapi ujian dengan lancar. Tak hanya belajar, ternyata banyak kebiasaan unik yang dilakukan mahasiswa sebagai bentuk persiapan baik secara akademik maupun mental.
Salah Satu Mahasiswa, Firda (21), ia mengatakan bahwa sebelum ujian, ia selalu melakukan sebuah ritual yang berbeda, yaitu menonton drama Korea (drakor) terlebih dahulu. Ia merasa bahwa aktivitas ini membantu dirinya merasa tenang, mengurangi kecemasan, dan malah membuatnya lebih fokus saat belajar setelah menonton.
Namun, Firda juga berbagi bahwa menjelang ujian, sering kali ia mengalami kejadian buruk seperti terjatuh dari motor, kehilangan dompet, dan berbagai situasi tak terduga lainnya. Meskipun demikian, ia tetap berusaha untuk mempertahankan semangat dan konsentrasi supaya dapat menjalani ujian dengan baik,”ujarnya sambil tertawa.
Lain halnya dengan Novi (22), yang selalu menyempatkan diri untuk makan bubur ayam Bandung di bawah Flyover Juanda, pagi sebelum ujian. Ia mengatakan sehabis makan bubur ayam tersebut, bisa membuat otak lebih bekerja dengan baik saat ujian. "Tapi harus Bubur ayam itu, ngga bisa yang lain," jelasnya.
Banyak juga mahasiswa yang memilih untuk begadang dengan mendengarkan musik klasik atau instrumental. Mereka percaya bahwa jenis musik ini bisa meningkatkan konsentrasi dan membuat pelajaran menjadi lebih mudah dipahami.
Selain itu, ada yang lebih memilih pendekatan spiritual. Beberapa mahasiswa sering berkumpul untuk berdoa di mushola kampus, membaca surat pendek, atau hanya menuliskan kata-kata motivasi di sticky note dan menempelkannya di meja belajar.
Walaupun terlihat sepele, kebiasaan-kebiasaan tersebut memiliki pengaruh psikologis yang cukup signifikan. Ritual sebelum ujian ini dapat memberikan rasa tenang dan kontrol. Meskipun tidak selalu berdampak langsung pada hasilnya, efek positifnya dapat meningkatkan rasa percaya diri.
Apa pun kebiasaan yang dipilih, satu hal yang jelas, setiap mahasiswa memiliki cara tersendiri untuk menghadapinya. Yang terpenting adalah terus belajar dengan serius dan tetap menjaga kesehatan! (Fitri Novita Sari)
Editor : Indra Zakaria