Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada Rekan Kerja Toxic, Kenali Tanda-Tandanya Sebelum Mengganggu Karier Anda

Redaksi Prokal • 2026-01-12 12:15:00
Ilustrasi rekan kerja. (Sumber Foto: (Freepik))
Ilustrasi rekan kerja. (Sumber Foto: (Freepik))

PROKAL.CO- Pertemanan dan dinamika sosial tidak hanya berhenti di bangku sekolah atau kuliah. Dalam ruang perkantoran, hubungan antarkaryawan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian. Memiliki rekan kerja seumuran sering kali membuat komunikasi menjadi lebih cair, mulai dari sekadar basa-basi hingga menjalin pertemanan erat. Namun, lingkungan profesional menuntut ketelitian dalam memilih kawan agar tidak terjebak dalam lingkaran pertemanan yang beracun (toxic).

Salah satu ciri utama rekan kerja yang beracun adalah adanya ekspektasi pembelaan yang tidak realistis. Mereka cenderung menuntut dukungan penuh dari Anda dalam situasi apa pun, bahkan saat mereka melakukan kesalahan fatal terkait pekerjaan. Dalam dunia profesional, keputusan harus diambil secara objektif. Jika rekan Anda mulai marah atau merasa dikhianati karena Anda tetap profesional dan tidak memihak pada kesalahan mereka, ini adalah tanda alarm bahwa hubungan tersebut bersifat toxic.

Kekhawatiran terhadap perilaku mereka juga menjadi indikator penting. Rekan kerja yang baik seharusnya memberikan rasa aman, namun jika Anda justru merasa takut akan tindakan atau ancaman terselubung dari mereka, pertemanan tersebut sudah tidak sehat. Rasa takut bahwa mereka akan melakukan sesuatu yang buruk jika Anda berhenti berteman atau tidak mengikuti kemauan mereka menunjukkan adanya pola manipulatif yang membahayakan posisi Anda di kantor.

Perubahan perilaku dalam diri Anda sendiri juga patut diwaspadai. Rekan yang buruk sering kali menularkan kebiasaan negatif yang merusak profesionalitas. Jika Anda yang awalnya fokus bekerja berubah menjadi pribadi yang gemar bergunjing, menjatuhkan orang lain, hingga bermalas-malasan setelah bergaul dengan mereka, itu tandanya pengaruh mereka mulai merusak reputasi Anda. Pertemanan yang sehat seharusnya membawa dampak positif dan produktif, bukan sebaliknya.

Secara emosional, munculnya rasa khawatir dan cemas yang konstan saat berinteraksi dengan mereka adalah sinyal kuat dari tubuh Anda. Alih-alih merasa bahagia saat berbincang atau makan siang bersama, Anda justru merasakan konflik internal dan dilema. Perasaan tidak nyaman yang muncul terus-menerus saat berada di dekat rekan tertentu menunjukkan bahwa kehadiran mereka menguras energi mental dan mengganggu ketenangan kerja Anda.

Tanda terakhir yang paling nyata adalah adanya pengkhianatan, baik yang dilakukan kepada Anda maupun rekan kerja lainnya. Jika Anda melihat seseorang gemar mencari-cari kesalahan orang lain untuk dilaporkan ke atasan demi mencari muka atau hanya mendekati rekan tertentu demi keuntungan sepihak, besar kemungkinan Anda akan menjadi target selanjutnya. Menghadapi rekan seperti ini, penting bagi Anda untuk tetap menjaga batas profesionalitas dan hanya menjalin hubungan sewajarnya demi kelangsungan karier dan kesehatan mental di tempat kerja. (*)

Editor : Indra Zakaria