Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mirip Koloni Ulat, Spesies Anggrek Baru Asal Papua Guncang Dunia Botani Internasional

Indra Zakaria • 2026-02-13 13:25:00
Anggrek ulat dari Indonesia masuk dalam daftar temuan spesies baru fenomenal dunia sepanjang tahun 2025. Anggrek ini tumbuh di Papua.
Anggrek ulat dari Indonesia masuk dalam daftar temuan spesies baru fenomenal dunia sepanjang tahun 2025. Anggrek ini tumbuh di Papua.

PROKAL.CO- LONDON – Kekayaan alam tanah Papua kembali mengguncang dunia botani internasional. Anggrek Ulat atau Dendrobium eruciforme, spesies unik asli Papua, Indonesia, secara resmi dinobatkan sebagai salah satu dari 10 penemuan tanaman baru paling fenomenal sepanjang tahun 2025 oleh Royal Botanic Gardens, Kew (RBG Kew), London. Tanaman ini mencuri perhatian para ilmuwan dunia karena morfologinya yang sangat tidak biasa, di mana bentuk fisiknya menyerupai sekumpulan ulat yang sedang berbaris rapi di batang pohon.

Penemuan spesies endemik ini merupakan bagian dari misi besar ilmuwan internasional yang berhasil mendeskripsikan 190 spesies baru di seluruh dunia pada tahun 2025. Masuknya Anggrek Ulat dalam daftar bergengsi tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati terbesar di dunia yang masih menyimpan banyak misteri alam yang belum terungkap. Spesies berukuran mungil ini ditemukan melalui kerja sama intensif antara peneliti RBG Kew dan mitra lokal di Indonesia dalam upaya memetakan titik-titik krusial bagi konservasi global di hutan Papua.

Namun, di balik kabar membanggakan ini, para ilmuwan menyampaikan peringatan keras mengenai masa depan keanekaragaman hayati di Papua. Meskipun baru saja diidentifikasi, Anggrek Ulat dan banyak spesies baru lainnya sudah menghadapi ancaman nyata dari kerusakan habitat yang masif serta dampak perubahan iklim yang kian ekstrem. Tanpa adanya kebijakan perlindungan ekosistem yang ketat dan berkelanjutan, spesies-spesies unik ini terancam punah bahkan sebelum sempat dikenal lebih jauh oleh masyarakat luas.

Penemuan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pemerintah dan masyarakat dunia untuk memperkuat upaya konservasi di Indonesia, khususnya di wilayah Papua. Anggrek Ulat bukan sekadar penemuan ilmiah, melainkan simbol peringatan bahwa menjaga kelestarian hutan hujan tropis adalah langkah mutlak untuk menyelamatkan harta karun alam yang tidak ternilai harganya bagi generasi mendatang.(*)

Editor : Indra Zakaria