Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Manisnya Iman dan Bakti Istri: Pesan Mendalam Syeikh Al-Albani tentang Kunci Kekhusyukan Ibadah

Indra Zakaria • Rabu, 22 April 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi pria dan wanita,
Ilustrasi pria dan wanita,

 

Dalam sebuah catatan hikmah yang menyentuh hati, dikisahkan seorang wanita pernah mendatangi ulama besar ahli hadis, Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, untuk mengadukan kondisi spiritualnya. Wanita tersebut merasa kehilangan kenikmatan dalam beribadah yang dulu ia rasakan sebelum menikah.

"Sebelum menikah, saya sering berpuasa sunnah, rutin mendirikan salat malam, dan merasakan kemanisan yang luar biasa saat membaca Al-Qur'an. Namun sekarang, saya kehilangan rasa manis dalam ibadah tersebut," ungkap wanita itu dengan nada gelisah.

Mendengar keluhan tersebut, Syeikh Al-Albani tidak langsung membahas soal teknis salat atau tilawah. Beliau justru melontarkan pertanyaan yang mengejutkan: "Bagaimana engkau menunaikan hak-hak suamimu?"

Terkejut dengan arah pembicaraan sang ulama, wanita itu menjawab, "Saya bertanya kepada Anda tentang salat, puasa, dan ibadah, mengapa Anda justru bertanya tentang suami saya?"

Syeikh Al-Albani kemudian menjelaskan dengan penuh kebijaksanaan, "Ya, saudaraku. Tahukah engkau mengapa sebagian wanita tidak merasakan manisnya iman dan ibadah?" Beliau lantas mengingatkan wanita tersebut pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Shahih al-Targheeb nomor 1939: "Seorang wanita tidak akan merasakan manisnya iman sampai ia menunaikan hak-hak suaminya."

Pesan ini menjadi pengingat yang sangat kuat bagi setiap Muslimah bahwa kemanisan spiritual sejati tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan hak dan tanggung jawab yang telah digariskan dalam agama. Ibadah ritual seperti salat dan puasa merupakan hubungan hamba dengan Sang Pencipta, namun keberkahan dan kelezatan di dalamnya sering kali terpancar dari sejauh mana seseorang memuliakan amanah dalam rumah tangga.

Kisah ini menegaskan bahwa dalam Islam, ketaatan kepada Allah sering kali berjalan beriringan dengan kebaikan akhlak dan pemenuhan hak sesama manusia, terutama dalam ikatan pernikahan. Ketika seorang istri berusaha meraih rida Allah melalui baktinya kepada suami, di sanalah Allah sering kali membuka kembali pintu-pintu kekhusyukan dan kemanisan dalam ibadah-ibadah lainnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#istri