ADA-ADA saja ulah Bedu–bukan nama sebenarnya. Dia sebagai karyawan BUMN sempat viral di media sosial lantaran kepergok istrinya sedang bersama perebut laki orang (pelakor). Alih-alih insaf, Bedu malah balik menggugat cerai Karin–nama samaran–dengan tuduhan sering membawa lelaki lain ke rumah.
Dengan gayanya yang metropolitan, Bedu tak sungkan memboyong anak lelakinya ke Pengadilan Agama (PA) Bontang. Bocah yang diperkirakan berusia 3 tahun itu tak lepas dari botol susu di mulutnya. Bedu didampingi kuasa hukumnya mengurus perceraiannya dengan Karin.
Namun, Karin tak menampakkan batang hidungnya di PA Bontang. Kuasa hukumnya hadir sendiri tanpa Karin. Permohonan cerai talak yang dilayangkan Bedu, dengan alasan ketidakcocokan. Bedu bahkan mengungkapkan bahwa istrinya sering membawa lelaki lain ke rumahnya. Biasanya, itu dilakukan saat dirinya tugas ke luar kota. “Sekuriti perumahan juga banyak yang sering memergoki,” beber Bedu.
Atas dasar itu, dia pun mantap melakukan permohonan cerai talak. Apalagi, sejak saat dirinya sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, ia tak lagi bertugas di Bontang. Namun ditempatkan di luar Kaltim. “Sebelum benar-benar bertugas di sana, saya ingin menyelesaikan masalah saya dengan istri,” ungkapnya.
Sebelumnya, aksi istri labrak pelakor viral di dunia maya. Bahkan, akun sekelas @lambeturah pun ikut mem-posting-nya di Instagram. Sontak, warga Bontang dihebohkan dengan video istri labrak pelakor di salah satu kafe di Bontang itu.
Dunia maya seakan tak berhenti membahasnya. Bahkan, beberapa media online di Bontang sampai mengungkap berita cara memiliki rumah tangga utuh yang dikait-kaitkan dengan viralnya video istri labrak pelakor itu.
Tetapi di persidangan, tuduhan yang dilayangkan justru sebaliknya. Padahal, beberapa orang yang mengenal Bedu di video tersebut masih sering memergoki Bedu bersama pelakor. Bahkan, hubungan mereka sepertinya semakin mesra. (mga/rom/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria