Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mendikbud Baru Harus Melek Teknologi

nicha-Nicha JKT • 2019-10-22 23:02:46
Pola pendidikan di Indonesia sudah mulai mengarah pada era industri 4.0. Maka diharapkan sosok mendikbud yang baru bisa lebih mengimplementasikannya dalam dunia pendidikan. (Foto : ilustrasi/ Jawa Pos)
Pola pendidikan di Indonesia sudah mulai mengarah pada era industri 4.0. Maka diharapkan sosok mendikbud yang baru bisa lebih mengimplementasikannya dalam dunia pendidikan. (Foto : ilustrasi/ Jawa Pos)

 

 

JAKARTA--Pengamat Pendidikan, Indra Charismiadji mengatakan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di periode mendatang diharapkan sosok yang paham tentang dunia pendidikan dan yang paling penting harus melek teknologi. Pasalnya, pola pendidikan di Indonesia saat ini sudah mengarah pada era indusgri 4.0. 

 

 

 

 

"Pola pendidikan  kita kan semuanya sudah mulai mengarah pada industri 4.0. Maka menteri pun juga harus bisa mengimplementasikan teknologi dalam pendidikan itu sendiri," kata Indra saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini. 

 

Tak hanya sosok mendikbud saja, Indra juga menyoroti kualitas guru. Menurutnya, hingga saat ini kompetensi guru dalam penguasaan teknologi.  Dia menyebutkan, dari total guru yang ada di Indonesia, hanya 2,5 persen yang tidak gagap teknologi.

 

Indra membeberkan, rendahnya penguasaan teknologi ini disebabkan pelatihan yang dilakukan tidak berpola dan kualitas pelatihnya juga sangat dipertanyakan. Alhasil dana negara hanya terbuang percuma tanpa hasil yang sesuai diharapkan.

 

"Ini yang juga harus menjadi perhatian bagi mendikbud yang baru. Karena jumlah dana yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam meningkatkan kualitas guru enggak sedikit loh," ujar Indra. 

 

Oleh sebab itu, Indra berharap sosok mendikbud baru harus bisa berkolaborasi atau bekerjasama dengan lintas kementerian dan lembaga guna pembangunan sumner daya manusia (SDM). Sehingga, nantinya harus ada cetak biru pembangunan SDM minimal hingga 2030 dan program ini dapat berjalan tanpa terbentur aturan yang tumpang tindih. 

 

"Jadi jelas juga pendidikan apa saja yang bisa dikembangkan. Misalnya peningkatkan SDM di bidang sains, teknologi, teknik, seni atau lainnya," kata Indra. (cha/pro)

 

Editor : nicha-Nicha JKT