Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Berpikir Kreatif saat Pendemi

izak-Indra Zakaria • 2020-12-15 11:52:52
MENCARI JALAN KELUAR: Elizabeth Santosa menjadi pembicara dalam dialog bertema Pandemi Tak Halangi Kreasi di Jakarta.
MENCARI JALAN KELUAR: Elizabeth Santosa menjadi pembicara dalam dialog bertema Pandemi Tak Halangi Kreasi di Jakarta.

 

Pandemi bukan halangan untuk tetap produktif dan kreatif. Justru karena aktivitas lebih banyak di rumah saja, waktu-waktu ini bisa dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga. Terutama memberikan waktu lebih kepada anak-anak, menemani mereka dalam masa tumbuh kembangnya.

Berbicara mengenai kreativitas, Elizabeth Santosa, psikolog anak dan pendidikan, mengungkapkan bahwa kreativitas adalah salah satu kemampuan manusia yang sudah ada dalam diri untuk bisa digunakan dalam mencari jalan keluar.

“Jadi kalau saya bisa katakan, kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, proses membuat keputusan. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kreativitas itu biasanya muncul dalam masa sulit. “Biasanya pada saat kita dalam kondisi adem ayem, enak, atau nyaman kreativitas jarang muncul. Namun kreativitas akan muncul kalau dalam keadaan kepepet. Idealnya, pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,” katanya.

Elizabeth Santosa juga berpesan kepada orangtua, agar di masa pandemi ini jangan memberikan terlalu banyak fasilitas gadget agar menstimulus kreativitas anak-anak.

“Biarkan mereka berpikir. Kasih kardus atau spidol, terserah nanti itu mau jadi apa. Nanti kalau anak-anak menyerah, baru kita ajak untuk bikin sesuatu bersama-sama. Tapi, kalau selalu dibantu, dan diberikan terlalu banyak fasilitas, kreativitasnya tidak berkembang, tidak terstimulasi, harus ada sesuatu yang menstimulus”, terangnya.

Dalam proses menjadi kreatif, menurut Luqman Baehaqi, pendiri UMKM PRAKARDUS, orangtua dan anak tidak perlu berpikir terlalu jauh tentang hasil akhirnya, tapi fokus untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

“Saya sebenarnya lebih senang mengatakan bahwa ketika kita tahu alasan untuk melakukan sesuatu, anak-anak juga turut merasakan apa yang kita rasakan. Ini lebih baik daripada sekadar mencari tahu apa yang harus kita lakukan,” tutur Luqman Baehaqi.

Pernyataan Luqman Baehaqi juga diperkuat Elizabeth Santosa. “Menurut saya, setiap pembelajaran itu bisa kita dapat dari kehidupan kita sehari-hari, Bergantung bagaimana kita melihatnya saja. Jadi, buat semua orangtua, dalam masa pandemi ini, kita berharap vaksin segera ada di 2021. Bertahan lebih lama lagi di rumah untuk anak-anak kita. Gunakan waktu selama pandemi ini sebaik-baiknya untuk keluarga kita,” tutupnya. (pen/ssw/ddl/dwi)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#satgas covid