PERHELATAN Rakernas PKS kemarin juga dihadiri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, memberi wejangan khusus terhadap posisi PKS sebagai oposisi.
Menurut JK, sebagai kubu di luar pemerintah, PKS harus berbicara dengan bekal konten. Dalam arti, memiliki alasan jelas dan masuk akal. ’’Jadi tidak asal mengkritik, tidak asal beda. Tetapi harus ada reasoning yang jelas dan masuk akal, sesuai dengan kondisi yang ada,’’ tuturnya.
JK menyatakan, peran oposisi ada dalam desain demokrasi, yaitu untuk melakukan check and balance terhadap kebijakan pemeritah. PKS mempunyai tugas berbicara keras kepada pemerintah. Jangan sampai semua partai mengikuti pemerintah. ’’Nanti kita balik lagi ke demokrasi terpimpin,’’ urainya.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Mohamad Sohibul Iman menyampaikan, posisi PKS di luar pemerintahan harus disyukuri. Posisi itu justru memberikan kontribusi besar bagi terpeliharanya kepatutan demokrasi di negeri ini.
Sohibul menegaskan, sikap PKS sebagai oposisi bukan asal beda, namun diputuskan secara serius melalui musyawarah majelis Syuro. ’’Yang terpenting bagi kader-kader PKS, kita harus tetap berada pada kritisisme yang substantif,’’ pesan Sohibul. (lum/bay)
Editor : izak-Indra Zakaria