Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kopaska Temukan Tempat Penyimpanan Amunisi

izak-Indra Zakaria • Senin, 24 Juli 2023 | 10:57 WIB
BEKAS PERANG DUNIA II: Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Bambang Subeno menunjukkan amunisi yang berasal dari dasar laut alur perairan Cilacap.
BEKAS PERANG DUNIA II: Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Bambang Subeno menunjukkan amunisi yang berasal dari dasar laut alur perairan Cilacap.

JAKARTA – Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI-AL memastikan bahwa ribuan amunisi di perairan Cilacap, Jawa Tengah, berasal dari kapal perang. Meski belum berhasil mengidentifikasi kapal tersebut, penyelaman pada Kamis (20/7) dan Jumat (21/7) menghasilkan temuan tempat penyimpanan amunisi.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cilacap Kolonel Laut (P) Bambang Subeno menyampaikan, temuan tersebut cukup signifikan. Sebab, tempat penyimpanan amunisi itu ditemukan bersama amunisi yang kondisinya masih tergolong bagus.

“Memperkuat bahwa (ribuan amunisi yang ditemukan, Red.) berasal dari kapal perang,” ungkapnya, kemarin (22/7).

Beberapa amunisi yang ditemukan di tempat penyimpanan itu terdiri atas amunisi kaliber 12,7 milimeter, amunisi senapan, dan amunisi pistol. Sejumlah amunisi diangkut para penyelam Kopaska dari tempat penyimpanan amunisi tersebut.

Meski kapal perang di dasar laut perairan Cilacap itu belum teridentifikasi, Lanal Cilacap menduga kuat kapal perang tersebut beroperasi saat Perang Dunia (PD) II masih berlangsung. Untuk itu, pengamanan bakal terus dilakukan personel TNI-AL di Cilacap.

Letkol Laut (P) Yudo Ponco sebagai komandan tim penyelam Kopaska di perairan Cilacap mengatakan, penyelaman dilakukan di alur perairan Cilacap. Persisnya di sekitar Dermaga SBI Sodong. Untuk mengupayakan identifikasi, para penyelam Kopaska memasang sejumlah tanda di dasar laut.

Serupa dengan Lanal Cilacap, mereka menduga ribuan amunisi yang sudah diangkat ke daratan berasal dari kapal perang zaman PD II.

Letkol Ponco menjelaskan, hasil penyelaman hari pertama (20/7) adalah temuan objek berbahan besi dengan dimensi lebih kurang 2.000 meter persegi. Dengan panjang 40 meter x lebar 50 meter. Kondisinya sudah hancur dan penuh lubang.

Para penyelam kesulitan mengidentifikasi objek tersebut lantaran visibilitas di dasar laut perairan Cilacap saat itu sangat minim. “Sulit diidentifikasi karena visibilitas sangat rendah dan arus cukup kencang,” ujarnya.

Bahkan Kopaska sempat menghentikan penyelaman karena kondisi yang tidak memungkinkan, sehingga penyelaman harus dilanjutkan keesokan harinya. Di hari kedua, Kopaska memulai penyelaman sekitar pukul 06.30.

Mereka membawa kamera bawah air. Pada penyelaman hari kedua itulah ditemukan tempat penyimpanan amunisi dan sejumlah amunisi berbagai jenis. (syn/c9/fal/jpg/kri/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria