Bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dinilai merupakan pilihan yang tepat untuk membawa Indonesia jadi negara maju. Kesuksesan Ganjar Pranowo selama dua periode memimpin Jawa Tengah merupakan modal dasar, melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia.
"Semua orang yang maju baik, ingin berkembang ingin lebih maju. Secara sosial sebagai sebuah masyarakat bertransfromasi, kita menginginkan pemimpin yang mengerti itu semua. Kami percaya bahwa apa yang sudah dilakikan Pak Ganjar di Jawa Tengah selama 10 tahun dan di parelemen sudah punya pengalaman," kata Ketua Langkah Anak Muda Republik Indonesia (LARI) Pangeran Siahaan dalam diskusi bertajuk 'Ganjar Paling Relevan untuk Masa Depan' di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/9).
Pangeran mengutarakan, banyak prestasi Ganjar Pranowo dalam memajukan Provinsi Jateng. Salah satunya menekan anggaran belanja daerah hingga Rp 2 triliun, melalui e-goverment dan e-budgeting.
"Pencapaian Ganjar apa? Ada banyak di Jateng. Ganjar membikin e-goverment dan e-budgeting. Sederhana memang, dengan rapi dan struktur dengan ditidalisasi menghemat anggaran Rp 2,1 triliun," ucap Pangeran.
Sementara pada dunia pendidikan, lanjut Pangeran, Ganjar mampu menghadirkan sebuah SMKN Jawa Tengah yang ditujukan kepada masyarakat tidak mampu. Menurut Pangeran, SMKN Jateng kini mampu menghasilkan tenaga kerja yang bisa langsung diserap pelaku industri.
"Itu adalah representasi problem bangsa kita ke depan. Itu hanya bisa diselesaikan oleh seorang capres, itu adalah Ganjar," ujar Pangeran.
Dalam kesempatan yang sama, politikus Partai Perindo Michael Victor Sianipar menyebut, Ganjar Pranowo merupakan tokoh paling ideal memimpin bangsa Indonesia ke depan. Kedekatannya dengan para pemuda, menjadi moda Ganjar untuk menghadirkan industri kreatif.
"Kita masih bisa mempelajari semua capres, Ganjar paling mampu dekat dengan visi itu karena dekat dengan pemuda, dibanding capres lain," ungkap Michael.
Ia berujar, tantangan Indonesia ke depan tidak mudah. Sehingga membutuhkan pemimpin yang berpengalaman dalam membawa Indonesia menjadi negara maju, sebagaimana cita-cita perjuangan bangsa.
"Indonesia 2045 relevan bagi rakyat atau tidak? Adil merata tidak? Tantangan itu sudah dilakukan selama memimpin Jawa Tengah selama 10 tahun bahwa memimpin daerah tidak mudah. Punya pengalaman memimpin daerah, indonesia bukan cuma Jakarta saja, tapi ada daerah lain," pungkas Victor. (*)